News Room, Kamis ( 07/07 ) PT. Garam menargetkan pembelian hasil priduksi garam tahun 2011, mencapai antara 200.000 hingga 250.000 ton, dari produksi 375.000 ton. “Target pembelian garam ini akan dilakukan diwilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tapi, 70 persen pembelian garam dilaksanakan didaerah pulau Madura, Jawa Timur,”kata Direktur Utama (Dirut) PT. Garam, Slamet Untung Irredenta, saat jumpa pers di Kantor PT. Garam, Surabaya, Kamis (07/07). Slamet mengungkapkan, pihaknya telah berupaya mencapai target pembelian garam, dengan menambah produksi garam, seiring meningkatnya harga garam. “Sesuai SK yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan, tertanggal 5 Mei 2011, terkait harga garam ditetapkan untuk kualitas baik (Kw I) sebesar Rp. 750,00 per-kilogram dan kualitas cukup (Kw II) Rp. 550,00 per-kilogram. Makanya kami yakin target pembelian garam tahun ini bisa tercapai,” terangnya. Dengan kenaikan harga pembelian garam itu, kata Slamet, petani garam diharapkan untuk tidak menjual garamnya secara jor-joran. “Kalau itu dilakukan akan mempengaruhi harga jual garam dipasaran. Karena bisa memancing permainan harga. Tolonglah saat panen raya nanti, petani garam bisa menahan diri untuk tidak semua hasil produksi dijual,” ungkapnya. Slamet menjamin, harga beli garam tersebut, tidak akan berubah meski ada persiangan pembelian dilapangan. “Kami akan konsekwen terhadap harga beli garam sesuai keputusan Kementerian Perdagangan itu,” pungkasnya. ( Nita, Fery )