Sumenep-Infokom News Room : Munculnya kabar aksi demonstrasi yang akan dilakukan para petani garam hari Selasa (19/04) tidak membuat surut PT. Garam untuk tetap mempertahankan lahan penggaraman yang saat ini dikuasai. Bagian Humas PT. Garam (Persero) Kalianget, RB. Farid Sahid, SH mengakui, informasi adanya ancaman unjuk rasa yang akan dilakukan oleh para petani garam, dan selama para petani garam tidak berbuat anarkis pihaknya tidak merasa keberatan dan tidak merasa terganggu sedikitpun. Namun jika para petani garam itu berbuat anarkis apalagi hingga merusak lahan pertanian, mereka akan berhadapan dengan aparat kepolisian. Farid Sahid menegaskan, PT. Garam Kalianget akan tetap berpegang terhadap aturan yang berlaku, yakni selama belum ada keputusan pemerintah atau keputusan pengadilan, terkait adanya sengketa lahan PT. Garam tidak akan menyerahkan pengelolaan lahan pertanian garam kepada siapapun. Ketika ditanya adanya rencana pemerintah pusat menutup BUMN yang kondisinya sedang sakit atau merugi, Farid Sahid menyatakan, PT. garam tidak termasuk dalam daftar BUMN yang akan ditutup. Sebab PT. Garam menurut Farid, tidak merugi, bahkan setiap tahun menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Sekedar diketahui, saat ini dikalangan masyaratkat bertiup kabar hari Senin (18/04) petani garam akan melakukan unjuk rasa besar-besaran, bahkan informasi yang berkembang, para petani garam akan mengambil paksa sejumlah lahan pertanian garam yang dikuasai oleh PT. Garam. (Yasik,Esha)