News Room, Kamis (24/02) Manajemen PT Garam siap membantu pengembangan wisata di Kabupaten Sumenep, utamanya terkait dengan gagasan pemerintah daerah setempat menjadikan Kecamatan Kalianget sebagai lokasi wisata kota tua. Kepala Biro Umum PT Garam, Farid Zahid, menjelaskan, sejumlah bangunan milik PT Garam di Kalianget memang sudah digagas oleh Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sumenep, untuk dijadikan sebagai lokasi wisata kota tua. “Kami setujun dengan gagasan itu dan siap mendukung rencana pemerintah daerah tersebut. Silakan bangunan milik PT Garam di Kalianget, itu, dimanfaatkan sebagai lokasi wisata kota tua. Kami siap bekerja sama dengan Pemkab Sumenep,” kata Farid, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (24/2/2011). Farid juga mengungkapkan, rencana Pemkab Sumenep itu, sudah dibahas dalam rapat umum di internal manajemen PT Garam. “Memang tidak ada masalah, dengan catatan kami sebatas meminjamkan bangunan itu. Artinya, segala sesuatunya terkait penyiapan sejumlah bangunan milik kami di Kalianget sebagai lokasi wisata kota tersebut harus ditanggung oleh pemerintah daerah,” ujarnya. Secara lisan pihaknya sudah menyampaikan setuju. Namun, untuk resminya PT Garam secepatnya akan melayangkan surat pada Bupati Sumenep. Sejak awal tahun 2009, pimpinan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olah Raga (Disbudparpora) Sumenep menggagas Kalianget sebagai lokasi wisata kota tua, karena banyak memiliki bangunan tua yang merupakan peninggalan Belanda. Sejumlah bangunan tua peninggalan Belanda, itu, milik PT Garam, di antaranya gedung sentral (pembangkit listrik), cerobong asap, dan perumahan bagi karyawan PT Garam. (Nita,y02k)