News Room, Senin ( 22/10 ) Proyek pembangunan embung air di Kabupaten Sumenep, tahun anggaran 2012, melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah memasuki tahap akhir, dengan sisa pekerjaan tinggal 10 persen. Perkerjaan pembangunan embung air yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Sumenep, ditempatkan di 3 titik, yakni Desa Lebbeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, dan Desa Kolpo, Kecamatan Batang-batang. Kepala Dinas PU Pengairan Sumenep, Ir. H. Edy Rasiyadi, MM menjelaskan, untuk pembangunan embung air di Desa Lebbeng Timur, dengan besaran dana dari APBN Rp. 1,5 milyar, sudah selesai 100 persen. Sedangkan, pekerjaan di 2 titik lainnya masih tinggal penyelesaian tahap akhir. “Seperti di Desa Juruan Daya, pekerjaan pembangunan embung air itu sudah mencapai 98 persen, dan di Desa Kolpo, sudah 90 persen. Jadi, sisa pekerjaan pembangunan tersebut tinggal 10 persen saja,”kata Edy, Senin (22/10). Sisa pekerjaan pembangunan embung air di dua titik itu, kata Edy, ditargetkan selesai akhir Oktober nanti. “Kami upayakan akhir Oktober seluruh sisa pekerjaan pembangunan embung air di Desa Juruan Daya dan Desa Kolpo bisa selesai 100 persen. Sehingga tidak perlu adanya perpanjangan waktu pekerjaannya,”terangnya. Edy juga mengungkapkan, pembangunan embung air di Desa Juruan Daya itu dilakukan diatas lahan seluas 7,8 hektar dengan dana Rp. 2,7 milyar. Sementara, untuk di Desa Kolpo dibangun diatas lahan seluas 3,6 hektar dengan dana sebesar Rp. 3,2 milyar. “Daya tampung air di embung yang dibangun di Desa Juruan Daya itu, diperkirakan mencapai 450.000 meter kubik. Dan di Desa Kolpo, embung air tersebut akan mampu menampung sekitar 350.000 meter kubir,”ujarnya. Setelah proyek pembangunan embung air di Sumenep ini selesai keseluruhan, pengawasan maupun perbaikan selanjutnya akan tetap dilakukan oleh pemerintah pusat, melalui Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) di Surabaya. “Pemerintah Kabupaten Sumenep hanya menyediakan dana pendamping saja untuk perbaikan embung air tersebut. Jadi, pengawasan dan perbaikan sepenuhnya dilakukan BBWS yang dananya melalui APBN,”pungkasnya. ( Nita, Esha )