Sumenep-Infokom News Room : Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 Oktober lalu, ternyata tidak hanya berdampak bagi perekonomian saja, melainkan juga berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan, yang menyangkut mutu kualitas proyek tersebut. Karena itu, apabila tidak ada perhatian khusus dari pemerintah, terutama dari kompensasi BBM kepada masyarakat konstruksi kontraktor, dikhawatirkan para konstruksi itu akan mengurangi kualitas mutu pekerjaan proyek tersebut. Demikian diungkapkan Ketua LSM Perjuangan Daulat Ummat Indonesia, RB. H. Achmad Muhammad, yang kerap disapa Gus Mad. Mantan anggota dewan ini menilai, berdasarkan pantauan yang dilakukannya, kondisi proyek saat ini memang perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten, baik Eksekutif maupun Legislatif, mengingat harga Hotmix mengalami kenaikan, yakni sebesar Rp. 490.000,00 per-ton. Padahal, menurut Gus Mad, harga sebelumnya hanya sebesar Rp. 380.000,00. Karena itu, pihaknya berharap kepada Pemkab, untuk betul-betul memperhatikan kondisi tersebut, agar proyek tetap berjalan lancar, yakni dengan menambah anggaran pembangunan dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) tahun 2005 ini. Gus mad menjelaskan, jika pemerintah tidak secepatnya mengambil langkah yang tepat, pihaknya khawatir, proyek yang sudah berjalan akan mandek. Namun, yang paling meresahkan, para kontraktor tersebut akan berusaha mengurangi kualitas mutu proyek, sehingga, tidak sesuai dengan rencana. ( Nita, Esha)