Sumenep-Infokom News Room : Ketua Komisi A DPRD Sumenep, Drs. Kamalil Ersyad, M.Pd mempertanyakan proyek pelaksanaan hibah untuk jaringan listrik yang dilaksanakan oleh Bapedda Sumenep pada tahun 2004 lalu. Sebab hingga saat ini bantuan jaringan listrik oleh Pemkab Sumenep yang telah disahkan dalam Perda pada APBD 2004 lalu, terhadap empat lokasi, yakni Kecamatan Pasongsongan, Dungkek, Batang-batang dan Kepulauan Masalembu itu belum terealisasi juga. Padahal ungkap Ersyat, pihak pelaksana dalam hal ini Bapedda Sumenep telah membuat pernyataan ketika rapat di Komisi A, khususnya di Desa Lombang Kecamatan Batang-batang paling lambat tanggal 28 Pebruari 2005 sudah selesai, namun kenyataannya hingga saat ini belum terlaksana. Untuk itu pihaknya akan menindak lanjuti pertemuan ulang dengan pihak Bapedda Sumenep dalam minggu ini, agar maksimalisasi usahanya untuk menyelesaikan proyek tersebut segera terlaksana dan masyarakat tidak menunggu. Sebab dibawah sudah ada koordinator yang mulai menarik biaya pemasangan kepada masyarakat calon pelanggan di desa tersebut. Dengan janji pada awal bulan Maret ini, jaringan listrik akan nyala. Sebenarnya persoalan mengenai PLN sendiri, menurut Kamalil Ersyad, bukan wewenang Komisi A, namun wewenang Komisi C. Sedangkan Komisinya hanya terkait dengan pelaksanaan hibah subsidi yang dilaksanakan oleh Bapedda Sumenep. Sementara Kepala Bapedda Sumenep, H. Fen A. Effendi Said, SE, M.Si, MM melalui Kasubdin Pemberdayaan, Drs. H. Moh. Rasyid, M.Si mengaku, pihaknya pada 24 Januari 2005 lalu telah melayangkan surat permintaan kepada PT. PLN untuk uji coba jaringan listrik di Desa Lombang tersebut. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak PLN. Bahkan pihaknya akan mencoba kembali untuk menyusuli lagi ke PLN, sebab untuk menurunkan dana hibah tersebut harus dilakukan uji coba jaringan terlebih dahulu. Menanggap persoalan itu, Manager PT. PLN Distribusi APJ Pamekasan melalui kepala APJ Sumenep, Kiemas, SE, mengaku, pihaknya sudah melakukan uji coba jaringan pada 2 Pebruari 2005 lalu. Bahkan pihaknya yang justru menunggu serah terima proses penyerahan hibah. Sebab selama belum ada penyerahan hibah, pihaknya belum bisa merealisasikan jaringan kepada para pelanggan tersebut. Selanjutnya Kiemas mengaku, pihaknya akan membicarakan hal itu kembali dengan Bapedda dan pimpinannya di Pamekasan. (Ren, Esha)