News Room, Selasa ( 01/02 ) Kabupaten Sumenep sangat kaya dengan makanan produk olahan, yang tersebar di beberapa wilayah Desa dan Kecamatan. Diharapkan, produk olahan yang biasanya masih banyak menggunakan bahan-bahan umbi-umbian lokal dan peralatan tradisional itu, tidak tergerus makanan instan yang banyak bermunculan saat ini. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Agrobisnis Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, H. Chusnur Rofiq, SP, M.Si kepada wartawan di kantornya. Apalagi tegasnya, saat ini sudah ada ratusan produk olahan asal Sumenep yang dianggap layak dijual bebas dan masuk dalam makanan khas nasional. “Jadi, makanan olahan yang ada di Sumenep tidak hanya diminati masyarakat lokal, namun prospeknya sudah cukup bagus, bahkan merambah regional hingga nasional,”ujarnya. Karena itu, dalam setiap kunjungan pejabat maupun kegiatan seremonial yang banyak menghadirkan masyarakat luar dan lokal, makanan olahan tetap diharapkan menjadi menu utama yang diandalkan. Apalagi, rasanya tidak kalah dengan macam makanan lainnya yang mengandung bahan pengawet. Sedangkan makanan olahan, memiliki rasa yang beragam, sesuai dengan jenis umbia-umbian yang menjadi bahan bakunya. Hanya saja tegas H. Rofiq kemasan makanan olahan di Sumenep perlu terus dikembangkan, sehingga tidak hanya mengandalkan rasa dan aroma makanan, namun performance kemasan tetap menunjang selera pasar. Pihaknya juga bersyukur, seluruh UPT Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumenep di Kecamatan memiliki home industri binaan. Karena masing-masing Kecamatan memiliki potensi tanaman yang beragam. “Sehingga, ketika membutuhkan produk makanan khas di masing-masing Kecamatan itu selalu siap untuk di promosikan,”pungkasnya. ( Ren, Esha )