Media Center, Kamis ( 18/11 ) Program sambung listrik gratis oleh PLN untuk membantu kebutuhan masyarakat keluarga kurang mampu, yang belum memiliki KWH meter atau sambungan listrik di Kabupaten Sumenep.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumenep mengapresiasi PLN atas program bantuan sambung listrik gratis, yang sangat bermanfaat bagi keluarga kurang mampu.
“Yang jelas, PLN melalui bantuan sambungan listrik gratis ini, sangat membantu pemerintah daerah dalam upaya memberikan pelayanan ketersediaan listrik kepada seluruh masyarakat,” jelas Bupati pada Penyerahan Bantuan Sambungan Listrik Gratis, di Balai Desa Baban Kecamatan Gapura, Kamis (18/11/2021).
Saat ini, Rasio Elektrifikasi (RE) Kabupaten Sumenep baru mencapai 71,47%, sehingga perlu upaya yang cukup ekstra untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pembangunan dan pengembangan jaringan listrik di seluruh pelosok.
Sehingga dengan rasio elektrifikasi yang masih tergolong rendah, membutuhkan percepatan tercukupinya listrik di rumah, terutama memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu.
“Kami mengharapkan masyarakat penerima bantuan itu bisa meningkatkan taraf hidup, kesejahteraan dan produktifitas keluarga kurang mampu,” terangnya.
Ia menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga membantu penyambungan listrik keluarga kurang mampu, dalam rangka percepatan penyediaan akses kelistrikan.
“Saya harapkan bantuan sambungan gratis oleh PLN itu terus berlanjut di tahun selanjutnya, guna membantu Kabupaten Sumenep,” harap Bupati.
Pada kegiatan itu, General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto secara simbolis menyerahkan bantuan sambung listrik gratis kepada Bupati, Achmad Fauzi, bahkan juga diikuti secara virtual oleh Ketua Badan Anggaran DPR RI, MH Said Abdullah.
Said Abdullah mengungkapkan, dirinya sangat mengapresiasi bantuan sambungan PLN gratis kepada masyarakat, karena Kabupaten Sumenep mendapatkan program sambungan listrik gratis untuk 1.250 warga.
“Saya mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk mengajukan pasang baru, perubahan daya, pengaduan dan lainnya, dalam rangka mencegah adanya penipuan oleh pihak tertentu yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat sendiri,” tegasnya.
Di tempat yang sama General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto menambahkan, Kabupaten Sumenep merupakan concern utama PLN perihal peningkatan rasio elektrifikasi, dengan serangkaian program telah dilakukan untuk percepatan elektrifikasi.
“Saat ini, kami dalam proses melistriki secara bertahap pada tahun ini dan tahun 2022 mendatang. Rencana lainnya yakni pembangunan 6 PLTS, 1 tower transmisi menyebrang laut antara Kangean dan Mamburit, dan lainnya masih dalam tahap pembebasan lahan,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )