News Room, Jum’at ( 10/ 07 ) Perlahan-lahan kawasan pedesaan di Kepulauan terus berbenah. Berbagai program pemerintah pusat hingga daerah terus bergulir menyisir hingga pelosok Desa daratan dan kepulauan. Meskipun diakui, disana-sini masih banyak kekurangan hingga pada persoalan ketidak puasan dalam pelaksanaannya. Namun, harapan kedepan harus tetap ada, untuk menjangkau apa yang diharapkan bersama. Banyaknya program pembangunan dengan pola pemberdayaan masyarakat dan swakelola, seperti PNPM, Gerdu Taskin, P2IP, Padat Karya dan sebagainya, saat ini benar-benar dapat lebih menyentuh dan memberdayakan masyarakat setempat, sehingga program pembangunan seperti itu dalam realisasinya lebih efektif. Bahkan, hasilnya kadang melebihi dari nilai anggaran yang dipersiapkan oleh pemerintah. Sebab, sebagian masyarakat yang peduli, juga ikut menyumbangkan tenaga bahkan materialnya. Kepala Desa Sawah Sumur Kecamatan Arjasa Pulau Kangean, Sukarinomo ketika ditemui News Room di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep tadi pagi, Jum’at (10/07) mengungkapkan, selama ini dari program pembangunan yang sifatnya pemberdayaan masyarakat, hasilnya lebih baik dan betul-betul merasa dimiliki sendiri oleh masyarakat. Seperti halnya kegiatan Program Padat Karya yang diperoleh melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep tahun 2009 ini, disamping cepat dalam penyelesaiannya, juga bisa bertambah dari terget yang ada dalam perencanaan. "Sebenarnya kegiatan program padat karya yang dilaksanakan di Desa kami hanya sekitar 600 meter jalan makadam, namun berkat partisipasi dan swadana dari masyarakat, hingga bisa menambah 50 meter,"ujar Sukarinomo. Diakui pula, sebenarnya pelaksanaan pembangunan jalan makadam dan jalan beraspal di Desanya masih sangat jauh dengan kegiatan yag dilaksanakan dari berbagi program yang ada selama ini. Sebab, jelas Kades berambut ikal ini, untuk menghubungkan dari Dusun Banyupinang ke Dusun Panebaan dari sekitar 5 kilometer, masih sekitar 1,5 kilometer yang beraspal dan jalan makadam, sedangkan sisanya masih jalan setapak yang melewati Gunung Gelugur. ( Ren, Esha )