Sumenep-Infokom News Room : Bupati Sumenep, Drs. Endro Siswantoro, M.Si dalam acara pembudayaan pemasyarakatan dan pertemuan kelompok kerja program komoditas adat terpencil (KAT) mengatakan, program KAT tersebut sangat penting dan strategis dalam pembangunan masyarakat, mengingat kondisi pembangunan masyarakat yang kompetitif, selayaknya apabila pembangunan masyarakat yang ditangani tidak hanya dititik beratkan pada pembangunan seperti yang telah dilakukan sebelumnya, melainkan pembangunan yang melibatkan berbagai sektor dan dunia usaha sebagai sumber pembangunan manusia, artinya berbagai potensi dilibatkan, termasuk potensi masyarkat. Dikatakan pula, dengan program KAT tersebut mampu meminimalisir kesenjangan sosial, keterbelakangan pendidikan, kesehatan, dan pembangunan rumah antara masyarakat kepuluan dan daratan, bahkan ke aneka ragaman budaya seperti halnya bahasa antara daratan dan kepulauan dapat mencegah diskomunikasi. Oleh karenanya Bupati Endro Siswantoro menuturkan, untuk mewujudkan program tersebut, Pemerintah Daerah harus menjalin kerjasama dengan lapisan masyarakat termasuk LSM dan Insan Pers. Sementara itu, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kabuapten Sumenep,Drs. H. Kurniadi Wijaya, M.Si dalam laporannya mengatakan, tujuan diadakannya pertemuan tersebut, untuk mensosialisasikan dan men-sinkronisasikan program-program komoditas adat terpencil dengan patner kerja, seperti Dinas PU Cipta Karya, PU Bina Marga, Bapedda, Bagian Program Pembangunan, Bagian Keuangan dan Kecamatan Arjasa. Seperti yang diinformasikan beberapa waktu lalu, dari survey dilapangan, program KAT yang pertama kali diperuntukkan pada Desa Gelleman Kecamatan Arjasa dan akan menerima bantuan dari Departemen Sosial senilai Rp. 1,2 Milyar yang diberikan kepada masyarakat miskin. Adapun bantuan itu berupa pemugaran 150 rumah, bantuan sapi bagi kelompok sebanyak 40 ekor, dan bantuan kambing sebanyak 150 ekor untuk masyarakat Lansia. Sedangkan Pemkab Sumenep melalui APBD 2005 yang terbagi dibeberapa Instansi, seperti Dinas PU Cipta Karya, PU Bina Marga dan Bapedda, juga menyediakan dana pendamping sebesar Rp. 1,2 Milyar. Dan dengan dana senilai Rp. 2,4 Milyar itu juga akan dibuat pembangunan jalan dari Desa Kalianyar ke Desa Gelleman, serta pembangunan pelengsengan. ( Yasik, Esha )