Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-04-2010
  • 414 Kali

Program Berubah, Keluarga Gakin Ditahan Di RSD Sumenep

News Room, Senin ( 19/04 ) Perubahan program jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin, membuat Yayuk Wahyuningsih (26), warga Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep, terpaksa ditahan di Rumah Sakit Daerah dr. H. Moh. Anwar setempat. Pemegang Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ini, masuk Rumah Sakit pada Rabu (14/04) kemarin, dengan kondisi pendarahan. Akibatnya harus dilakukan operasi caisar, untuk melahirkan putera pertamanya. Namun, hingga Senin (19/04) ini, pasien tidak diperkenankan pulang dari Rumah Sakit Daerah, karena terkendala biaya. Menurut suami pasien, Ahmad Sugianto, SKTM untuk keluarganya dikategorikan kadaluarsa, sehingga pembiayaan selama proses melahirkan harus bayar. “Kartu SKTM kami dianggap tidak berlaku. Kami tidak tahu harus bagaimana, karena tidak punya biaya untuk bayar,”kata Sugianto, pada wartawan di RSD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Senin (19/04). Sementara, Direktur RSD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Susianto, M.Si menjelaskan, pasien tersebut bukan ditahan. Namun, harus mengurus kartu jaminan kesehatan keluarga miskin, karena SKTM-nya tidak ditandatangani Camat setempat. “Tapi kami akan berusaha mencari jalan keluarnya. Apakah SKTM pasien tersebut bisa diterima atau tidak, tergantung proses nanti,”ujarnya. dr. Susianto mengemukakan, seiring dengan adanya perubahan kebijakan Pemerintah Propinsi Jawa Timut pertanggal 14 April 2010. Untuk pasien dari keluarga miskin yang masuk pada tanggal 14 April 2010, tetap kartu SKTM dilayani sambil melakukan perubahan pada terhadap Surat Pernyataan Miskin (SPM). “Sejak tanggal 14 April 2010 lalu, pemerintah tidak memberlakukan SKTM, melainkan Surat Pernyataan Miskin (SPM) yang harus ditandatangi oleh Bupati atau pejabat Esselon II yang ditunjuk,”ungkapnya. Sedangkan di Kabupaten Sumenep sendiri, katanya belum ada pejabat yang ditunjuk untuk memberi rekomendasi atau menandatangani SPM tersebut. “Inilah yang menjadi kendala pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin,”terangnya menambahkan.( Nita, Esha )