News Room, Sabtu ( 09/11 ) Sehubungan dengan persiapan musim hujan Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep, sudah melakukan antisipasi agar tidak sampai terjadi banjir seperti para musim hujan tahun sebelumnya. Utamanya di daerah perkotaan, termasuk di wilayah Desa Nambakor, yang terjadi luapan banjir tahun lalu. Kepala Dinas PU. Pengairan Kabupaten Sumenep, Ir. Hari Susanto, M.Si menjelaskan, saat ini sudah mulai dilakukan kegiatan normalisasi Kali Marengan dengan pengerukan di muara Kali Marengan, dengan dana APBD sekitar Rp. 18,9 milyar. Dan saat ini hasil kegiatannya sekitar 30 persen yang diharapkan akhir Desember 2013 sudah tuntas. “Begitu pula dengan kegiatan pengerukan di Kali Saroka yang saat ini dalam persiapan juga akan dilakukan pengerukan di Desa Nambakor dengan dana APBN sebesar Rp. 17 milyar lebih,“jelasnya. Sementara untuk menjaga ketersediaan air di musim kemarau menurut Erik, panggilan akrabnya, Dinas PU Pengairan juga melakukan pembangunan embung di sejumlah lokasi, seperti di Aeng Merah dengan anggaran Pusat sebesar Rp. 19 milyar. “Disamping itu juga dilakukan pembangunan embung-embung kecil di 11 lokasi, seperti di Desa Batang-batang Laok, Ellak Daya, Desa Larangan Kecamatan Ganding, dan sejumlah lokasi lainnya untuk menampug air agar mencukupi di musim kemarau,”tambahnya. Sedangkan kegiatan lintas koordinasi juga dilakukan dengan Instansi vertikal seperti dengan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Jawa Timur dan lintas sektor di Kabupaten Sumenep, seperti Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumenep melakukan penanaman mangruf di ujung kali Marengan dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dengan membuat embung yang harus juga perlu disiapkan lahan cetak sawah baru. ( Ren, Esha )