Media Center, Rabu ( 07/06 ) Produksi olahan daun kelor (Marongghi) yang dikelola Kelompok Tani (Koptan) Murul Jannah di Desa Pakandangan Sangrah Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep, saat ini menghasilkan produksi sekitar 30 hingga 40 ton kering setiap bulan. Hal tersebut diungkapkan Ketua Koptan Nurul Jannah, Ahmad Nurdi kepada Media Center, Rabu (07/06).
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, produksi daun kelor yang sudah banyak di ekspor keluar negeri sangat diminati produsen.
“Sebenarnya permintaan produk daun kelor, baik berupa serbuk dan jamu banyak dari berbagai wilayah, termasuk keluar negeri,”ungkapnya.
Hanya saja, tegas Nurdi, jika untuk meningkatkan produksi kelor, khususnya di Sumenep masih terkendal mesin pengolahan yang terbatas. Sedangkan potensi daun kelor sendiri di Sumenep sangat potensi, karena memang lebih bagus ketimbang daun kelor dari daerah lain.
Bahkan diakui Nurdi, ketika hasil produksinya dilihat langsung oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, Selasa kemarin di Desa Braji Kecamatan Gapura, pihaknya juga sempat menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan usahanya.
Pihaknya menyakinkan, jika alat pengolahan dipenuhi, hasil produksi kelor semakin meningkat dan tentunya juga bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang tidak hanya di wilayah Indonesia, namun produksinya juga suah merambah ke Jerman, Australia, Malaysia, Amerika, Jepang, Italia hingga ke Arab Saudi.
“Sementara
ini kami sudah memiliki dua tempat produksi, yakni di Desa Pakandangan Sangrah,
dan Desa Patean,”tandasnya. ( Ren, Esha )