News Room, Senin ( 04/02 ) Merupakan kebanggaan tersendiri bagi Drs. Akh. Junaidi, S.Pd, M.Pd pada peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Departemen Agama ke 64 tahun 2010 ini. Pria yang sehari-hari bertugas sebagai Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kecamatan Rubaru ini, menerima penghargaan sebagai Pengawas PAI SD/MI, TK/RA Teladan I tingkat Kabupaten Sumenep 2009. Bahkan ditahun yang sama, dia juga mendapat prestasi yang sama di tingkat Jatim. Menurut Junaidi, yang ditemui News Room usai menerima penghargaan dari Kepala Kantor Depag Kabupaten Sumenep, tadi pagi Senin (04/01) mengungkapkan, pihaknya tidak pernah berharap mendapat penghargaan, memang sudah menjadi tugasnya sebagai pengabdi masyarakat. Namun, dia mengaku dengan prestasi yang diraihnya, semoga dapat menambah semangat untuk lebih giat lagi dalam melaksanakan tugas dan pengabdiannya dengankedisiplinan yang tinggi. "Sebab, disamping memang menjadi kriteria dalam penilaian 5 komposisi terkait dengan prestasi keteladanan yang diikuti, kami juga harus menunjukkan kinerja yang baik, kedisiplinan, prestasi yang dicapai serta konsep-konsep terkait dengan perkembangan pendidikan agama, sehingga menghasilkan karya ilmiah yang baik dan dapat dipresentasikan dengan tepat,"ujar Junaidi. Disamping itu tegas aktifis berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan ini berharap, keberadaan Pengawas PAI kedepan lebih ada peningkatan dari sebelumnya, utamanya terkait dengan peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) pengawas itu sendiri. Sebab menurut Junaidi, tantangan pendidikan kedepan, utamanya pendidikan agama Islam sangatlah berat. Ditambahkan, Sekretaris Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kantor Depag Sumenep ini, pekerjaan rumah (PR) yang masih akan menjadi perhatian untuk diupayakan, yakni merintis sekolah internasional. Sebenarnya, di Kabupaten Sumenep sudah ada lembaga pendidikan bertarap internasional, seperti halnya di Ponpes Al-Amien Prenduan. Namun, diharapkan pula lembaga pendidikan Islam lainnya, seperti MAN Sumenep juga penting untuk melaksanakan pendidikan bertaraf internasional. Meskipun sebenarnya, saat ini masih dalam tahap kearah sana. Terbukti, dengan adanya beberapa pengembangan, seperti pembangunan Ponpes dan berbagai fasilitas lainnya di MAN Sumenep. ( Ren, Esha )