Sumenep-Kominfo News Room : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada para pemimpin di semua tingkatan pemerintahan, agar berani mengambil resiko, bersedia berkorban, dan tampil memimpin didepan. Instruksi ini disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan di Posko Satkorlat Gempa di Bengkulu, Senin (17/09). “Siapapun pemimpin dan ditingkat apapun pemimpin, harus ambil resiko mengatasi keadaan, beri instruksi untuk rakyat, bimbing rakyat dan arahkan rakyat. Kalau pemimpin takut dan tidak mau mengambil resiko, itu bukan pemimpinâ€, ujarnya dengan nada tinggi. Kepada siapapun yasng menjadi pemimpin ditingkat manapun, Presiden berpesan agar persiapan sungguh-sungguh dilakukan, terutama soal mentalitas dan kesediaan untuk berkorban. “Yang dipimpin adalah rakyat dan keadaan tidak selalu mudah’, ujarnya. Sebelumnya, Presiden mendapatkan pemaparan dari Gubernur Bengkulu, Agusrin M. Najamudin soal penanganan pasca gempa 7,9 SR di Bengkulu. Disampaikan, masih banyak kekurangan dalam tanggap darurat, terutama di Kabupaten Muko-Muko, karena pejabatnya juga mengungsi. “Saya tidak bisa menerima pemimpin mengungsi lantas tidak mengelela keadaan. Sambil mengungsi, pemimpin bisa memberi perintah. Mengungsi tidak berarti tugas kepemimpinan berhentiâ€, ujarnya. Presiden memberi contoh soal kepemimpinan yang dikemukakannya dengan apa yang dilakukannya selama 3 tahun menghadapi bencana alam, seperti gempa dan tsunami di Alor, Nabire, Aceh, Nias, Yogyakarta, Klaten, Pangandaran, dan tempat-tempat lain. ( KCM, Esha )