Sumenep-Kominfo News Room : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa gerah dengan ulah penyebar issue tsunami di beberapa daerah. Betapa tidak, issue tersebut membuat warga panik dan khawatir. Akibatnya, ribuan warga berlarian mengungsi ke bukit dan gunung. Bahkan, ada yang tidak mau bekerja di ketinggian, lantaran takut setelah mendengar ancaman gempa. Padahal, berita itu hanya bohong belaka. Menurut Presiden dalam jumpa pers di Galaktika Bandara Hasanuddin Makassar, Rabu kemarin, ada pihak dengan motif tidak jelas dan berita tidak berdasar yang sengaja membuat kepanikan. Itu katanya terjadi di Jakarta dan beberapa daerah, seperti Jeneponto dan Sulawesi Selatan. Issue melalui pesan singkat itu, menurut SBY sangat meresahkan. Presiden lantas menghimbau semua pihak, agar tidak menambah derita rakyat yang baru lepas dari bencana dengan berita tersebut. Apalagi, issue itu berdampak tidak baik terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Untuk itu, Presiden menginstruksikan kepada jajaran Kepolisian, agar mencari, menemukan, dan menangkap penyebar berita tidak berdasar itu. Polisi juga diminta memberikan sanksi tegas kepada penyebar issue bohong tersebut. “Dikhawatirkan, nanti jika informasi yang datangnya dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), misalnya terkait gempa yang benar, justeru warga jadi tidak percayaâ€, katanya. ( JP, Esha )