Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-08-2010
  • 501 Kali

Prediksi Banyak Golput Pilkada, Sepertinya Benar Terjadi

News Room, Selasa ( 10/08 ) Potensi golongan putih (golput) yang banyak diprediksi berbagai kalangan pada pelaksanaan Pilkada Sumenep putaran II, rupanya akan terbukti. Hal tersebut bisa diketahui dari tingkat kehadiran pemilih ke TPS-TPS yang ada tidak seperti pada Pilkada putaran pertama. Seperti halnya yang terjadi disejumlah TPS di Desa Kalianget Timur dan Desa Kalianget Barat, beberapa TPS yang sempat dikunjungi News Room hingga pukul 11.00 WIB, bahkan ada beberapa TPS yang tingkat kehadirannya dibawah 50 persen dari jumlah DPT yang ada. Di TPS 3 Desa Kalianget Timur, dari jumlah undangan sebanyak 484 pemilih, hingga siang tadi baru 200 pemilih yang hadir, di TPS 6, dari 503 undangan belum genap 300 pemilih yang datang, TPS 8, dari 490 masih dibawah 200 pemilih dan TPS 11 di Desa yang sama, dari 551 pemilih baru sekitar 250 yang hadir. Sedangkan di Desa Kalianget Barat beberapa TPS juga mengalami hal yang sama. Seperti di TPS 9, dari 311 pemilih pada tengah hari baru sekitar 150 yang hadir, di TPS 10 dari 180 pemilih yang datang baru 200, TPS 12, dari 441 pemilih yang hadir, baru separuh, serta di TPS 13, dari 429 pemilih hingga siang tadi baru 175 pemilih. Meskipun jumlah pemilih saat ini masih terus bertambah, namun melihat dari waktu biasanya banyak dilakukan oleh pemilih, menunjukkan masyarakat memang agak enggan datang ke TPS, karena berbagai alasan. Menurut Ketua TPS 6 Desa Kalianget Timur, Ibrahim, jika melihat kurangnya tingkat kehadiran masyarakat itu karena banyak faktor, namun yang lebih banyak memang karena mereka sebagian lebih memilih tetap bekerja dan memilih beraktifitas lain meskipun libur kerja. “Repot sekarang mas, karena sebagian masyarakat masih banyak yang mempertimbangkan dengan berbagai kebutuhan mereka, dibandingkan harus datang ke TPS,”ujarnya. Sementara itu Aktifs LSM Gerindo, Syarkawi yang juga melakukan pemantauan kebeberapa TPS, juga mengaku banyak menemukan masyarakat yang mengaku enggan untuk memilih karena alasan jenuh, malas, dan berbagai alasan lainnya. “Sepertinya petugas di tingkat Kecamatan dan Desa juga tidak banyak melakukan sosialisasi kebawah dengan alasan tidak ada anggaran, seperti Pilkada dulu, sehingga masyarakat juga malas,”ujar Syarkawi. Bahkan biaya untuk TPS dinilai masih minim, sehingga banyak TPS yang terkesan ala kadarnya, hingga ada yang menempati madrasah, rumah dan sebagainya. Sementara biaya sewa terop kemungkinan bisa digunakan untuk tambahan konsumsi dan sebagainya. Sedangkan kedua Tim sukses pasangan Cabup-Cawabup Sumenep juga tidak banyak peran untuk mengajak dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan pelaksanaan Pilkada putaran II ini. Apapun yang terjadi, pelaksanaan Pilkada putaran II sudah dilaksanakan hari ini, dan tinggal menunggu hasil perhitungan final. ( Ren, Esha )