News Room, Sabtu ( 25/09 ) Gerakan Pramuka lahir pada 14 Agustus 1961. Sebagai organisasi kepanduan, Pramuka terus memberikan kontribusinya kepada bangsa, terutama dalam membangun karakter kepemimpinan. Hingga dalam perkembangannya Pramuka dibutuhkan revitalisasi seperti yang sudah dicetuskan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), agar Pramuka tetap tidak sepi peminat. Hal tersebut salah satu bagian isi sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, DR. Azrul Azwar yang dibacakan Ketua Kwarcab Sumenep, Drs. H. Hasan Mudhari, MM pada Upacara Hari Pramuka ke 49 di Bumi Perkemahan Lapangan Sepak Bola Kecamatan Gapura, Sabtu (25/09). Karena itu, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia berharap dukungan dari semua pihak, mulai dari pejabat ditingkat pusat hingga ke daerah para Majelis Pembimbing dan Pembina agar Undang-Undang Gerakan Pramuka segera disahkannya, karena itu dipandang penting. Untuk itu, diharapkan hasil studi banding Panitia Kerja RUU Gerakan Pramuka DPR-RI ke luar negeri harus bisa membawa pulang oleh-oleh berupa masukan yang cerdas dan konstruktif untuk menajamkan pembahasan draft RUU Gerakan Pramuka, sehingga eksistensi Pramuka dimasa yang akan datang terus memberikan andil yang besar bagi perkembangan bangsa ini. Lebih lanjut, tegas Ka Kwarnas, selama 49 tahun, pendidikan kepramukaan di Indonesia praktis dilaksanakan hanya dengan payung hukum Keputusan Presiden Nomor 238 tahun 1961. Dan sudah waktunya ditingkatkan menjadi Undang-undang. Salah satu alasan pentingnya keberadaan Undang-Undang Gerakan Pramuka, yakni terdapat nilai-nilai universal dan lokal yang diajarkan lewat pendidikan kepramukaan di seluruh dunia. Indonesia sendiri, sebagai negara multikultural, telah sepakat menjadikan Pancasila sebagai nilai dasar sekaligus pengikat persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, pendidikan kepramukaan mengajarkan anak dan remaja menjadi pribadi yang jujur, berani dan trampil, serta menghasilkan kaum muda yang militan. Namun, militansi ini harus dikelola dengan baik, sehingga diabdikan, terutama untuk bangsa dan negara, bukan untuk golongan. Sementara itu, Upacara Hari Pramuka ke 49 tahun 2010 yang dipusatkan di Kwarran Gapura dihadiri beberapa anggota Mabicab, Pelatih dan Pembina Pramuka di Sumenep serta para anggota Mabiran dan Pembina Gugus Depan di Kwarran Gapura. Sebelumnya, selama 3 hari juga digelar perkemahan yang diikuti anggota Pramuka Penggalang dan Penegak Kwarran Gapura.( Ren, Esha )