Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-03-2010
  • 522 Kali

PPP Sumenep Terancam Tak Usung Kandidat Pada Pilkada

News Room, Sabtu ( 20/03 ) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep, terancam tidak bisa mengusung kandidat pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) setempat. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Sumenep, Drs. KH. A. Warits Ilyas mengatakan, saat ini pihaknya merasa dikhianati oleh Partai Bintang Reformasi (PBR). Sebab, awalnya PBR menyatakan siap berkoalisi dengan PPP. “Namun, perkembangannya, PBR ternyata mengkhianati kami dan menyatakan mundur dari koalisi. Untuk itu, kami kemungkinan besar tidak akan memberangkatkan kandidat yang sudah ditetapkan,”katanya. Ia menjelaskan, dengan mundurnya PBR dari koalisi ini, secara otomatis pihaknya tidak bisa mengusung kandidat pada Pilkada, karena perolehan suara PPP tidak akan memenuhi syarat. “Jujur, kami sangat kecewa koalisi ini dikhianati oleh PBR. Kami secepatnya akan berkoordinasi dengan Bakal Calon Bupati-Bakal Calon Wakil Bupati yang akan diusungnya pada Pilkada, yakni H. Sugianto-Mukhsin Amir, untuk membicarakan persoalan tersebut,”terangnya menambahkan. Meski PBR mundur dari koalisi PPP, katanya, pihaknya akan tetap berusaha mencari mitra koalisi supaya bisa mengusung kandidat pada Pilkada. Sebelumnya, pengurus PPP Sumenep menyatakan telah berkoalisi dengan PBR dan Partai Kedaulatan, yang selanjutnya mengusung kandidat pada Pilkada, dengan penghitungan perolehan suara. Sesuai hasil Pemilu 2009, untuk perolehan suara DPRD Kabupaten, PPP meraup 60.647 suara dan di DPRD memiliki 7 kursi. Sementara, PBR memperoleh 18.413 suara dan Partai Kedaulatan sebanyak 6.446 suara, sehingga perolehan suara dari ketiga parpol itu sebanyak 85.506 suara. Jumlah tersebut melampaui batas minimal perolehan suara untuk mengusung calon pada Pilkada, yang ditetapkan oleh KPU Sumenep sebanyak 84.021 suara. ( Nita, Esha )