News Room, Rabu ( 20/01 ) Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sumenep, meminta jaminan kepada KPU setempat terkait proses pemutakhiran data pemilih. Keinginan itu diungkapkan PPK Batuputih, Tasrim, dalam rapat kerja KPU Sumenep bersama anggota PPK, dengan agenda pemutakhiran data pemilih Pilkada, pada Rabu (20/01) pagi. “Kami minta anggota KPU Sumenep segera berkoordinasi dengan bupati demi suksesnya pemutakhiran data pemilih, karena ada sinyalemen Kepala Desa (Kades) dan jajarannya masih akan bersikap pasif selama pelaksanaan pilkada,†terangnya. Jika kades dan jajarannya masih bersikap pasif, katanya, diperkirakan pemutakhiran data pemilih terancam tidak maksimal. Sebab, secara teknis, pemutakhiran data pemilih di lapangan yang akan dilakukan panitia pemungutan suara (PPS) dan petugas pemutakhiran data pemilih (P2DP) itu butuh dukungan kades dan jajarannya. Sementara, Ketua KPU Sumenep, Thoha Shamadi, ST menjelaskan, untuk mengantisipasi kekhawatiran para PPK tersebut, pihaknya berjanji akan segera mengirimkan surat kepada Bupati Sumenep. “Kami sudah nyatakan kepada para PPK, bahwa selambat-lambatnya Kamis (21/01) besok, KPU akan mengirimkan surat pada bupati, untuk minta jaminan fasilitasi supaya pelaksanaan pemutakhiran data pemilih ini berjalan lancar. Kami tidak ingin ada hambatan yang bersifat non teknis,†ungkapnya menegaskan. Thoha menambahkan, sebenarnya pihaknya tidak ada masalah dengan kades dan jajarannya. Namun, ada persoalan lain yang terjadi di internal kades dengan pemerintah daerah dan menyebabkan kades bersikap pasif pada pelaksanaan pilkada. Untuk itu, semua anggota PPK dan PPS harus melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan para Kades. ( Nita, Esha )