Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-03-2010
  • 582 Kali

Potensi Mebeler Di Desa Tenonan Semakin Berkembang

News Room, Jum’at ( 05/03 ) Potensi pohon jati dan pohon besar lainnya yang ada di Desa Tenonan Kecaatan Manding, membuat masyarakat setempat berpikir untuk dapat memanfaatkan potensi lokal yang ada di Desanya. Terbukti saat ini sudah terdapat puluhan usaha meubel yang ada di Desa yang berada di timur Kecamatan Manding ini. Kepala Desa Tenonan, Missahlan ketika ditemui News Room di kantornya tadi siang mengungkapkan, pemanfaatan potensi lokal tersebut merupakan sebuah kebanggaan bagi warga. Disamping tidak membutuhkan ongkos yang tinggi jika harus mendatangkan bahan baku dari luar, nilai pemberdayaan juga ada. “Setidaknya ada 3 keuntungan dari pemanfaatan hasil hutan rakyat di Desa kami, yakni lebih mudah, lebih murah dan tentunya dapat mengurangi pengangguran, karena puluhan bahkan ratusan warga bisa bekerja dibidang keterampilan ini,”jar Missahlan. Berkembangnya unit usaha meubeler ini terjadi secara bertahap, dan setiap hari muncul pengrajin-pengrajin baru yang belajar secara otodidak. Padahal, diakui selama ini, awalnya mereka hanya sebagai tukang saja di tempat pengrajin meubel, seperti di Desa Karduluk dan beberapa pengusaha meubel di Sumenep. Namun, akhirnya dengan bekal ketrampilan dan keuletan, mereka bisa menghasilkan karya dan usaha secara mandiri. “Awalnya kebanyakan mereka hanya sebagai pekerja di beberapa home industri meubel di beberapa tempat yang memiliki potensi dibidang meubel. Dan, saat ini mereka bahkan bisa mempekerjakan orang lain dan bisa memberikan penghidupan yang lebih layak bagi orang lain,”tambahnya. Meskipun diakui, dari sekitar 15 pengusaha meubel di Desa Tenonan, menurut Missahlan masih masuk kategori home industri dan belum bisa dikategorikan perusahaan. Sebab, terkadang operasionalnya menggantungkan pada pesanan toko dan pedagang meubel yang datang. Karena itu, pihaknya berharap, adanya perhatian dari pemerintah maupun dari pihak ketiga yang beisa memberikan investasi bagi para pengusaha home industri ini, sehingga diharapkan kedepan akan betul-betul bisa menjadi centra industri meubel yang bisa dikenal, seperti meubel Jepara dan sebagainya. ( Ren, Esha )