News Room, Jumat ( 13/09 ) Potensi Cabe Jamu yang dimiliki Kabupaten Sumenep, sebenarnya menarik untuk menjadi alternatif tanaman perkebunan yang bisa diharapkan mampu mendongkrak ekonomi petani. Sebab, pasar cabe jamu cukup menjanjikan, ketimbang tanaman perkebunan lainnya. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Drs. Nasah Bandi, M.Si mengakui, potensi tanaman cabe jamu di Kabupaten Sumenep, yang banyak dilakukan petani tegalan di daerah Kecamatan Bluto. “Bahkan harganya sangat tinggi hingga mencapai Rp. 90 ribu perkilogramnya. Hanya saja, tidak banyak yang menanam seperti yang menanam tembakau,”ujarnya. Hal tersebut, karena petani tembakau yang sudah fanatik dengan tanaman yang dulu dikenal dengan daun emas, sehingga meskipun terkadang merugi dan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh, petani tetap bersikukuh menanam tembakau. Dijelaskan, pada dasarnya untuk tanaman Cabe Jamu, memang tidak semua lahan bisa dijadikan lahan untuk penanaman cabe jamu. Sebab, tanaman tersebut biasa tumbuh subur dan bagus hanya didataran tinggi, tidak lembab dan tanahnya penuh dengan kerikil. “Kami tetap memberikan apresiasi bagi petani yang tetap eksis menanam cabe jamu dan tanaman lainnya sebagai desertifikasi tanaman lainnya, sehingga petani bisa merasakan sendiri manfaat tanaman perkebunan yang mampu memberikan penghasilan bagus,”tambahnya. ( Ren, Esha )