Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-04-2006
  • 579 Kali

PONPES SALAFIYAH TERAPKAN WAJAR DIKNAS 9 TAHUN

Sumenep-Kominfo News Room : Pondok Pesantren Salafiyah Ula di Jatim saat ini menerapkan Wajib Belajar Pendidikan Nasional (Wajar Diknas) 9 tahun. Hal ini dilakukan untuk mengikuti perkembangan pendidikan secara umum, meski materi kurikulum tidak sama, namun diharapkan perbedaannya tidak terlalu jauh, sehingga setara dengan kwalitas pendidikan umum. Pengasuh Pondok Pesantren Assalafi Al-Fitrah Surabaya, Syahrudin, S.Pd saat menjadi nara Sumber pada Kegiatan Pembinaan Guru Agama Madrasah Salafiyah Pondak Pesantren se Jawa Timur di Hotel Utami Juanda Sidoarjo, Rabu (12/04) kemarin mengatakan, Pondok Pesantren Salafiyah itu merupakan lembaga pendidikan Islam yang lahir, tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat madani. Yang bertujuan untuk menanamkan, mensyiarkan serta melestarikan ajaran salafussholeh atau kebaikan. Lebih lanjut Syahrudin mengatakan, meskipun dengan swadaya dan dana yang terbatas, namun Ponpes itu mampu membentuk moral para santri, sehingga tercipta kepribadian dan akhlak yang mulia. Disamping itu, masih kata Syahrudin, bahwa pihaknya juga ingin membantu menyukseskan program pemerintah dalam menuntaskan wajar diknas 9 tahun, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan mensejahterakan masyarakat. Untuk itu pondok pesantren salafiyah menerapkan wajar diknas 9 tahun. Dalam perkembangannya, ternyata pondok pesantren mampu menerima dan menyikapi perkembangan dan kemajuan zaman. “Untuk itu seharusnya ponpes menjadi pusat pendidikan, selain mengajarkan ilmu agama juga mengajarkan ilmu umum yang berpegang teguh pada nilai-nilai ajaran salafiyah,� ujarnya. Masih kata Syahrudin, wajar diknas 9 tahun ini sangat cocok diterapkan di lingkungan Ponpes Salafiyah, karena pada hakekatnya tidak menganggu kegiatan yang sudah menjadi tradisi ponpes dan tidak terikat waktu pelaksanaan proses belajar mengajarnya di lingkungan masing-masing ponpes. Sedangkan sistem pembelajaran dan proses belajar mengajarnya sangat tergantung pada situasi dan kondisi dari masing-masing ponpes. Karena itu tidak ada satu pondok pesantren yang sama sistem dan metode pengajarannya. Adapun metode pengajaran yang biasa digunakan di Pondok Pesantren Salafiyah antara lain weton/bandongan, sorogan, klasikal, halaqoh, hafalan dan ceramah, yang merupakan chiri khas dan keunikan yang dimiliki oleh ponpes salafiyah. ( Info Jatim, Esha )