Bluto-Kominfo News Room : Bertempat di halaman Pondok Pesantren At-Taufiqiyah Kecamatan Bluto, Sabtu (07/07) dilaksanakan Haul pendiri Ponpes At-Taufiqiyah ke 65 dihadiri para alumni sebanyak 3.000 orang. Dalam kesempatan tersebut Ketua Yayasan Pondok Pesantren At-Taufiqiyah, KH. Imam Hasyim, SH mengharapkan, agar Pondok Pesantren yang telah berumur 65 tahun ini, mampu berkembang pesat seperti sekarang ini, atas dasar dukungan dan peran serta warga masyarakat, supaya pesantren ini mampu mengabdikan diri pada masyarakat luas demi ikut mengikis habis kebodohan menuju moralitas bangsa yang berakhlaqul karimah. Serangkaian dari kegiatan tersebut, Sabtu malam dilaksanakan wisuda purna siswa ke 12 Taman Pendidikan At-Taufiqiyah sebanyak 293 siswa, dengan rincian TK sebanyak 28 anak, MI sebanyak 27 anak, M.Ts sebanyak 123 anak dan dari Madrasah Aliyah sebanyak 115 anak. Acara pelepasan purna siswa ditandai dengan pengajian umum oleh KH. Suyuti Iyat dari Kabupaten Pamekasan, dihadiri pejabat teras Kabupaten Sumenep, Kepala Bakominfo, Kepala Dinas Pendidikan, Kakandepag, Muspika, Dewan Guru, Wali santri dan undangan. KH. Suyudi dalam ceramahnya mengatakan, bahwa kunci kesuksesan bagi siswa-siswi di berbagai tingkatan, karena adanya kebersamaan antara orang tua/wali dengan taman pendidikan At-Taufiqiyah ini, untuk itu Ukhuwah Islamiyah mengajarkan orang tua itu wajib hukumnya dan lembaga membantunya demi tertanamnya sifat akhlaqul karimah bagi siswa siswinya, yang dipancarkan dengan sinar kejujuran, qona’ah dan tawaddu’, sehingga mendapatkan barokah dari Allah SWT menuju kesempurnaan hidupnya. Sementara itu Camat Bluto, Drs. Moh. Taufik, MM meminta, didalam derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, orang tua dan pesantren lebih mewaspadai, sehingga tidak dilanda pornografi dan pornoaksi yang akan meracuni generasi penerus bangsa. Moh. Taufik mengharapkan agar para wali melanjutkan pendidikan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi demi tumbuhnya kwalitas bangsa, yang akan mengurangi kebodohan dan kemiskinan. ( Mur, Ong )