News Room, Sabtu ( 06/02 ) Pondok Pesantren Al-Bajigur Desa Tenonan Kecamatan Manding, disamping memiliki santri yang biasa belajar ilmu agama di pondok dan pesantren, juga ada santri laur biasa. Bahkan, selama ini memang dikenal banyak membantu berbagai penyembuhan berbagai penyakit. Mulai dari penyakit jasmani hingga rohani. Sejak beberapa tahun terakhir tidak sedikit orang gila, stres, dan berbagai penyakit rohani lainnya di pondokkan disana. "Saat ini ada sekitar 40 orang-orang yang stres, hilang ingatan, gila dan bahkan orang yang mengalami kehilangan semangat hidup karena terbelenggu narkoba dan obat-obatan terlarang, kami tampung disini,"ujar K. Abdurrahman, pengasuh Ponpes Al-Bajigur ketika ditemui News Room disela-sela kesibukannya bergotong royong membangun ruang pesantren putri bersama para santri. Dijelaskan, para santri yang kebetulan memang merupakan santri luar biasa (pasien penyakit jiwa) disamping diberikan berbagai jamu tradisional dan wejangan khusus kerohanian, mereka juga secara perlahan memang diberi kebebasan melaksanakan kegiatan seperti yang biasa mereka kerjakan dirumah. Misalnya saja tegas K. Abdurrahman, mereka ada yang bertani, membuat berbagai barang keterampilan, memotong kayu, bekerja bangunan dan sebagainya. Sebab, kegiatan yang mereka lakukan selama dalam melaksanakan terapi di pesantren luar biasa ini, tidak terlepas dengan upaya mereka bisa kembali normal sebagai manusia dalam berbagai aktifitas kehidupan sehari-hari. Disamping juga menguatkan otot-otot mereka yang kaku juga meguatkan urat syaraf agar tidak mudah stres. Sebab, ketika mereka beraktifitas sebagaimana mestinya, gairah hidup akan tumbuh dan secara perlahan semangat dan keinginan untuk hidup normal sebagaimana biasa akan juga tumbuh secara perlahan. Ternyata, disamping pemberian obat tradisioal yang diambil dari tumbuh-tumbuhan, juga menggunakan binatang yang dianggap mampu menyembuhkan penyakit yang memang sulit disembuhkan. Seperti halnya, sarang laba laba-laba yang mampu meringankan rasa pusing di kepala dan sebagainya. Sebab, rata-rata orang yang kehilangan akal sehatnya biasanya memang diawal rasa pusing di kepala. Namun, tegas K. Abdurrahman, semua sarana pengobatan yang dilakukan hanya merupakan sarana, namun Allahlah yang menolong hambanya yang ingin berusaha tetap di jalan-Nya. "Yang kami perbuat disini hanyalah sebatas sarana dan upaya, namun yang terpenting Hidayah Allah SWT, yang akan memberikan jalan bagi hambanya. Karena itu, dukungan keluarga dan orang-orang terdekat juga sangat mendukung kesembuhan mereka,"ujarnya. Sebenarnya tegas K. Abdurrahkan, segala sesuatu itu ada hikmahnya, sehingga setiap kejadian itu perlu dipelajari dan diambil hikmah yang terkandung dibalik itu semua. Sehingga, orang itu akan menyadari dan tidak kembali melakukan hal-hal yang menjadikan dirinya menjadi orang yang lupa terhadap nikmat yang diberikan. Karena itu, Harapannya, perbanyaklah berdzikir kepada Nya, sehingga setiap langkah akan diberi petunjuk oleh-Nya. ( Ren, Esha )