Sumenep Kominfo News Room : Kegiatan Pondok Ramadhan yang berlangsung 20 hari selama pelaksanaan bulan Ramadhan, tentu menimbulkan persepsi yang berbeda dari kalangan orang tua santri. Dalam pelaksananan Pondok Ramadhan itu ada saja dari kalangan orang tua yang tidak setuju, padahal kegiatan Pondok Ramadhan ini merupakan kegiatan pendidikan keagamaan. Hal itu diungkapkan KH. Imam Hasyim, SH pengasuh Pondok Pesantren At-Taufiqiah Aengbaja Raja Kecamatan Bluto. Ditegaskan ketika peringatan Nuzulul Qur’an dan penutupan Pondok Ramadhan di Ponpes At-Taufiqiyah, Sabtu malam (15/10), kegiatan yang mewarnai Pondok Ramadhan, antara lain mengaji, sholat bersama dan kegiatan keagamaan lainnya. Meskipun Pondok Ramadhan ada, sebagai orang tua santri tidak menyetujui, namun pihaknya tetap akan melaksanakan kegiatan ini setiap tahun, setiap bulan Suci Ramadhan, karena itu diharapkan orang tua santri menyadari bahwa Pondok Ramadhan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, apalagi yang mengikuti Pondok Ramadhan, ternyata tidak hanya dari kalangan santri, tetapi juga berasal dari luar lembaga. Ditempat yang sama Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM memaparkan, pelaksanaan kegiatan pengajian ini, sesungguhnya untuk mensyukuri dan memperingati Nuzulul Qur’an sebagai acuan utama ummat muslim dalam kehidupan. Terkait dengan Pondok Ramadhan sejatinya sebagai sarana Pondok Pesantren mencari hidayah dan menambah keilmuan santri, karena itu orang tua hendaknya merestui anak didiknya kembali ke Pondok Pesantren untuk mengikuti Pondok Ramadhan ini. Sementara itu pencerahan rohani dalam acara itu menghadirkan KH. Djauhir dari Kota Bangkalan. ( Yasik,JuP-33,Ong,Esha )