News Room, Rabu ( 26/08 ) Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, akan mulai mengefektifkan operasi dengan Sandi Pekat Sumekar tahap kedua, pada bulan Suci Ramadhan ini. Namun, sistem kegiatan operasi kali ini berbeda dibandingkan sebelumnya, yakni akan diberlakukan sistem hunting. Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Sumenep, Kompol Ary Wahjudhi, mengatakan, pemberlakuan sistem hunting ini, untuk memudahkan aparat kepolisian menjalankan aksinya. Sebab, jika operasi hanya dilakukan secara terbuka, akan diketahui oleh masyarakat. “Selain memberlakukan sistem terbuka pada Operasi Pekat Sumekar tahap kedua ini, kami lebih menekankan pada sistem hunting. Karena, kalau secara terbuka, akan kelihatan dan membuat masyarakat bisa menghindar dari kegiatan yang dilakukan petugas kepolisian,â€Âterang Ary, pada wartawan dikantornya, Rabu (26/08). Ia menjelaskan, Operasi Pekat Sumekar tahap kedua, akan diefektifkan sejak tanggal 27 Agustus hingga 5 September 2009 nanti. “Jadi, mulai hari Rabu (26/08) malam sekitar pukul 00.00 WIB, kami efektifkan Operasi Pekat Sumekar tahap kedua,†katanya. Untuk sasaran kegiatan tersebut, kata Ary, tidak jauh berbeda dengan Operasi Pekat Sumekar sebelumnya. “Sasaran dari kegiatan tersebut, yakni masalah perjudian, senjata tajam (sajam), minuman keras (miras), petasan (bahan peledak ilegal), premanisme dan kejahatan lainnya, yang dianggap meresahkan masyarakat,â€Âungkapnya. Ary menambahkan, selama kegiatan berlangsung, pihaknya akan mengerahkan 155 personel, yang merupakan anggota gabungan, baik dari Samapta, Reskrim, Intelkam dan Satlantas Polres Sumenep. “Operasi Pekat Sumekar tahap kedua ini, serentak dilakukan diwilayah hukum Polres Sumenep, baik daratan maupun kepulauan. Untuk kepulauan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek),â€Âujarnya menambahkan. ( Nita, Esha )