Satpol PP Kabupaten Sumenep : Aksi Briptu Hance menembak Wakapolwiltabes Semarang AKBP Lilik Purwanto terjadi karena pola kepemimpinan yang masih berorientasi militer. Selain itu, ada yang salah dalam model pembinaan di Polri. Menurut pengamat Polisi Bambang Widodo Umar ( Guru Besar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian ) yang perlu dibenahi antara lain : 1. Masalah kepemimpinan, orientasinya masih orientasi TNI, yakni loyalitas keatas artinya seorang bawahan harus loyal kepemimpinannya. Jika seperti ini, yang akan muncul adalah keterpaksaan bukan kesadaran. Model seperti itu cocok untuk TNI karena berhadapan dengan musuh, tetapi kalau Polri tidak bisa karena Polri berhadapan dan bekerja dengan masyarakat. Untuk itu perlu ada dukungan dari atasan ke bawahan , dan juga sebaliknya . Karena bukan kesadaran yang ditumbuhkan, makanya jika ada perintah seenaknya, dia akan memberontak, pemberontakan itu ya dengan senjata. 2. Pembinaan masih bersifat kelompok saja, yang malas dibiarkan saja, dan yang rajin diberi tugas terus. Makanya timbul kecemburuan. 3. Penempatan personel, di Polri dikenal ada kesatuan basah dan kesatuan yang kering. Tidak ada pemerataan dalam jenjang karier , terutama dalam penempatan personel . 4. Tidak ada kejelasan pengembangan karier di Polisi, standartnya sudah ada, tetapi yang berjalan justru like on dislike . Bukan karena catatan atau kondite personel . ( Mudzakir )