Sumenep-KominfoNews Room : Polda Jatim telah menarik senjata api (senpi) yang di bawa anggota non operasional. Penarikan itu dilakukan sejak terjadinya penembakan hingga menyebabkan kematian yang dilakukan oknum polisi di Bangkalan. Hal itu dikatakan Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Polisi Drs. H. Sunaryono, SH di Mapolda Jatim, Jumat (16/03). Penarikan itu, menurut Sunaryono, sudah dilakukan kepada anggota non operasional seperti pada staf Bidang Humas, Biro Operasi dan Biro Binamitra. Namun dia tidak merinci berapa jumlah senjata yang sudah ditarik dan disimpan di Mapolda guna dilakukan evaluasi kelayakan. Bagi anggota yang tergabung dalam satuan operasional seperti Satreskrim dan Samapta akan dilakukan evaluasi ulang kelayakan pemegangan senpi dalam bertugas. Apabila dalam tes spikologi yang bersangkutan tidak lulus dan tidak layak memegang senpi akan ditarik dan anggotanya dilakukan pembinaan. “Evaluasi akan dilakukan setiap 6 bulan sekaliâ€, ujarnya . Pjs. Kabid Humas Polda Jatim, AKBP Pudji Astuti menambahkan, data jenis senpi di Polda Jatim 2006 ada 1.647 pucuk yang terbagi menjadi tiga jenis, yakni senpi genggam 561 pucuk, senpi pinggang 56 pucuk dan senpi bahu 2.301 pucuk. Senpi genggam jenis Revolver (Rev) COD 38 SPC (28 pucuk), Rev jenis COP 38 SPC (176 pucuk), Rev CCP 38 SPC (38 pucuk), Rev COP 22 (4 pucuk), Rev COD 38 SPC (205 pucuk), Rev S&W CTG 38 (3 pucuk), Rev Pindad (50 pucuk), Pistol US 45 (2 pucuk), Pistol Glok (5 pucuk) dan Rev Pindad 2005 (50 pucuk). Senpi pinggang, jenis PM CG 9 mm ada 40 pucuk, Madsen 9 mm ada 13 pucuk, Thomson 45 ada 1 pucuk, MK II 7,62 pucuk, Thomson HDSF ada 1 pucuk. Senpi bahu, jenis Chung 7,62 (1 pucuk), Getmi 7,62 (2 pucuk), US Rifle (12 pucuk), AK 101 Rusia (200 pucuk), AK 2000 P China (790 pucuk), AK 47 (5 pucuk), Mouser (13 pucuk), Winchister M 670 (1 pucuk), Remington 22 (1 pucuk), Garand (1 pucuk), Rouger Mini (2 pucuk), Le (2 pucuk), AR 15 (212 pucuk), M 16 A1 (288 pucuk), SS 1 (620 pucuk), US Carabine (150 pucuk), SKS 7,62 (1 pucuk). ( JNR,Ong )