News Room, Jumat ( 17/05 ) Kerusakan terumbu karang dan semua kekayaan laut yang terkandung didalamnya tidak lepas dengan peran serta masyarakat dalam melakukan pengawasan dan pemeliharaannya, sehingga kalaupun harus dieksploitasi, tidak sampai merugikan masyarakat saat ini dan akan datang. Keberadadan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kelautan yang dibentuk oleh masyarakat, terbukti banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, pemerintah hingga aparat penegak hukum. Sebab, melalui peran serta Pokmaswas dapat meminimalisir kejahatan di laut. Kepala Bidang Pengawasan dan Perlindungan Usaha Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep, Moh. Nur Rachman kepada News Room, Jumat (17/05) mengungkapkan, dengan terbentuknya Pokmaswas di sejumlah Kepulauan di Sumenep, berdampak mengurangi pelaku pelanggaran di laut. “Disamping pengawasan dari Pokmaswas, masyarakat juga turut serta menjaga kelestarian lingkungannya.”ujarnya. Seperti halnya yang dilakukan Pokmaswas Sapeken, yang berhasil menangkap pelaku pengeboman ikan yang dilaporkan kepada aparat. Serta Pokmaswas Sapeken yang segera aktion melaporkan kepada aparat adanya kapal porsein yang menangkap ikan hingga ke pinggir laut. Yang jelas, keberadaan Pokmaswas, selama ini juga lebih menggugah masyarakat lainnya untuk peduli terhadap lingkungannya sendiri, agar terhindar dari kerusakan yang akan merugikan masyarakat di kemudian hari. Serta mengurangi perilaku negatif dari orang yang tidak bertanggung jawab. “Saat ini sudah ada 5 Kecamatan yang membetuk Pokmaswas, yakni di Kecamatan Sapeken, Arjasa, Talango, Giligenting dan di Kecamatan Nonggunong yang baru terbentuk.”tambahnya. ( Ren, Esha )