News Room, Selasa ( 14/10 ) Program pelebaran jalan di Jalan Agus Salim, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, yang menjalar pada penebangan pohon di tepi jalan, ternyata dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, pasca pelebaran jalan dilakukan, tidak ada lagi pohon yang rindang, sehingga, tidak ada lagi yang bisa memberikan kesejukan bagi pengguna jalan. Salah seorang warga Jalan Agus Salim, Pangarangan, H. Deny Abu Said, mengatakan, seharusnya hal ini tidak terjadi. Sebab, pohon-pohon itu merupakan satu-satunya sumber kerindangan. Jika pohon ditebang dan ditinggalkan begitu saja, maka sudah bisa dipastikan wilayah setempat akan menjadi panas. “Kenapa Pemerintah Kabupaten melalui instansi terkait, tidak mengganti pohon yang sudah ditebang untuk pelebaran jalan itu. Padahal, selain memberikan kesejukan, pohon tersebut juga bisa memperindah wilayah seputar kota,â€Âterangnya. Karena itu, pihaknya meminta kepada instansi terkait, supaya secepatnya mengganti pohon yang ditebang, dengan ukuran 3 hingga 4 meter. “Tolong, pohon yang sudah ditebang jangan diganti oleh bibit, karena pertumbuhannya baru bisa dinikmati 5 hingga 10 tahun lagi. Tapi, digantikan pohon dengan tinggi 3 hingga 4 meter. Saya kira di Surabaya banyak pohon setinggi itu,â€Âkatanya. Bahkan, ia juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten, untuk memperhatikan lokasi Jalan Agus Salim, yang sangat padat arus lalu lintas. Sebaiknya, arus lalu lintas di wilayah tersebut dirubah menjadi satu arah. Sementara itu, Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Sumenep, Moh. Zain Shaleh, S.Sos mengatakan, untuk persoalan penebangan pohon itu, merupakan kesepakatan tim terkait, baik PU Bina Marga, BLH maupun Kantor Kebersihan dan Pertamanan. Sebab, hal itu demi kepentingan pelebaran jalan. “Aturannya, tiap pohon yang ditebang diganti dengan 5 pohon, yang ditanam disekitar pohon yang sudah ditebang,â€Âujarnya. Ia menjelaskan, penggantian pohon itu akan dilakukan setelah proyek pelebaran jalan selesai. Karena, masih akan dihitung berapa pohon yang ditebang, sekaligus pengganti pohonnya. ( Nita, Esha )