News Room, Sabtu ( 17/04 ) Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, Sabtu (17/04) pagi, menggelar shalat ghaib mengenang mantan Gubernur Jawa Timur, H. RP. Moh. Noer yang meninggal dunia pada Jum’at (16/04) kemarin. Salat ghaib digelar di depan Masjid Agung Sumenep, dilaksanakan bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PMII yang ke 50. Ketua PC PMII Sumenep, Adi Purnomo mengatakan, semua pemuda di Sumenep merasa kehilangan H. Moh. Noer. Karena, beliau dikenal sebagai sosok yang arif dan bijaksana, serta bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat, khususnya di Jawa Timur. “Salat ghaib ini sebagai bentuk mengenang jasa mantan Gubenur Jatim, H Moh. Noer, yang telah memberikan jasa besar bagi pembangunan di Sumenep dan Jawa Timur,â€Âkata Adi pada wartawan usai melakukan salat ghaib di Taman Adipura Sumenep, Sabtu (17/04). Menurutnya, sosok H. Moh. Noer harus diteladani dan ditiru semua perjuangannya yang selama ini menjadi sesepuh warga Jatim, teruma warga Madura. Usai melaksanakan solat ghaib, aktivis PMII melakukan aksi bagi-bagi sembako pada pengayuh becak sebagai bentuk syukur pada HUT PMII yang ke 50. H. Moh. Noer bernama lengkap Raden Panji Mohammad Noer lahir di Kampung Beler, Desa Rong Tengah, pinggiran Kota Sampang, Madura, 13 Januari 1918 silam. Suami Mas Ayoe Sid Rachma meninggalkan 8 anak dan beberapa cucu. Almarhum meninggal dunia pukul 08.50 WIB di RS Darmo Surabaya. H. Moh. Noer pernah menjabat sebagai Gubernur Jatim Desember 1967 hingga Januari 1976. Selain itu pernah menjadi Duta Besar RI untuk Perancis Oktober 1976 hingga Oktober 1980. Pernah mengenyam pendidikan HLS lulus tahun 1932, MULO lulus tahun 1936 dan MOSVLA lulus tahun 1939. ( Nita, Esha )