News Room, Selasa ( 02/09 ) Rencana PT. Gudang Garam, Kediri, akan mengakhiri pembelian tembakau pada 5 September 2008 nanti, yang diikuti oleh seluruh perwakilan pembelian PT. GG di Madura, khususnya Sumenep, ternyata mengundang reaksi keras dari para aktivis yang tergabung dalam PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Sumenep. Penutupan itu dinilai tidak adil, mengingat masih banyak tembakau yang belum diserap. Setelah PMII melakukan investigasi ke Desa Batuputih, Guluk-guluk dan Ganding, ternyata masih banyak tembakau yang belum terserap. “Kalalu begini, petani tembakau lagi yang dirugikan. Kenapa sih pihak gudang tidak memperdulikan nasib petani tembakau,â€Âkata Ketua PC PMII Cabang Sumenep, Muhri Zain, kepada sejumlah wartawan di Gedung DPRD Sumenep, Jalan Trunojoyo, Selasa (02/09). Ia mengaku, tidak habis pikir tentang keputusan PT. Gudang Garam itu. Karena itu, secepatnya PMII akan mengambil langkah bijak, untuk bertemu dengan Komisi B DPRD Sumenep. Sebab, tindakan ini tidak etis, makanya PMII akan protes. “Jika gudang benar-benar tutup 2 hari lagi, maka kami akan pertanyakan langkah konkrit pemerintah dalam menyikapi tindakan Gudang Garam itu,†terangnya. Bahkan, yang menjadi persoalan rumit dan meresahkan petani tembakau, kata dia, harga pembelia tembakau turun drastis. “Ini menandakan pihak gudang maupun pabrikan sudah mempermainkan petani tembakau,â€Âkatanya. Ia menjelaskan, seharusnya PT. GG konsis dalam menentukan harga pembelian tembakau, supaya petani tidak merasa dirugikan. Sementara, seperti yang diberitakan sebelumnya, Kuasa Pembelian PT. Gudang Garam di Patean Sumenep, Freddy Kustianto menjelaskan, GG akan segera mengakhiri pembelian tembakau Sumenep, karena sudah melampaui batas dari 4.000 ton yang ditargetkan, kini telah mencapai 5.240 ton tembakau kwalitas gunung dan tegal gunung. ( Nita, Esha )