Sumenep-Kominfo News Room : Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumenep, Rabu pagi (05/04) melakukan demo di Gedung DPRD Sumenep, terkait belum dipublikasikannya hasil audit APBD Sumenep dari tahun 2000 hingga 2005, yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam aksi demo tersebut, sempat diwarnai bentrok dengan aparat keamanan, karena para pendemo tidak diperkenankan masuk ke dalam gedung DPRD. Namun, hal itu berhasil diatasi setelah ada komando untuk masuk ke gedung wakil rakyat tersebut. Ketua PC PMII Sumenep, Sugiyanto menuturkan, kedatangannya ke gedung dewan tersebut, tidak lain, untuk menagih janji Legislatif, terkait pempublikasian hasil audit BPK. Sugiyanto mengungkapkan, hal itu dilakukan, agar masyarakat mengetahui kemana anggaran tersebut dikeluarkan. Sehingga, RAPBD 2006 nanti, dalam penggunaannya bisa lebih terarah dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. Karena itu, PC PMII Sumenep juga meminta agar DPRD Sumenep, sebelum hasil audit APBD Sumenep oleh BPK dipublikasikan, tidak membahas draft RAPBD tahun 2006. Karena, menurut Sugiyanto, tanpa adanya keberanian untuk terbuka terhadap rakyat Sumenep, terkait dengan hasil audit BPK terhadap APBD sebelumnya, sama halnya dengan telah membohongi kepercayaan rakyat yang diberikan pada DPRD. Setelah melakukan orasi yang cukup panjang, akhirnya 5 perwakilan PC PMII Sumenep, berhasil menemui Ketua DPRD Sumenep, Drs. KH. Abuya Busyro Karim, M.Si diruang kerjanya. Sementara itu, Ketua DPRD Sumenep, ketika menemui para aktivis PMII itu mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima hasil audit dari BPK. Sehingga, pihaknya tidak bisa mempublikasikan hasil audit tersebut. KH. Busyro berjanji, akan mempublikasikan hasil audit tersebut, apabila pihaknya sudah menerima dari BPK. Sebagai komitmen seorang Ketua DPRD, maka KH. Busyro bersedia menandatangi perjanjian dengan PC PMII Sumenep, untuk mempublikasikan hasil audit APBD 2000 hingga 2005 oleh BPK. ( Nita, Esha )