News Room, Sabtu (15/12) Seminar merupakan wahana transformasi ilmu pengetahuan. Ketua PMII Cabang Sumenep, Mulyadi Wasik, S.Pd.I mengatakan hal tersebut di sela acara Seminar Nasional yang mengangkat tema Pendidikan, belangsung Jumat kemarin (14/12) di Gedung Ki Hajar Dewantara Sumenep. Mulyadi mengatakan, Seminar Nasional tersebut digelar sebagai tanggung jawab mahasiswa yang selama ini telah dilabeli sebagai kelompok intelektual. Dalam seminar tersebut membahas dan mendiskusikan seputar permasalahan pendidikan, dengan tujuan meneguhkan kembali arah pendidikan masyarakat di Indonesia. Pada Seminar tersebut, PMII Cabang Sumenep menghadirkan 3 pembicara, yaitu, Drs. Suhermanto Jakfar, MM dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, Drs. KH. Darwis Mazhar, Anggota Komisi E DPRD Jawa Tmur dan H. Mustamik, MH dari Departemen Agama Sumenep. Secara umum ketiganya membahas dan mengkritisi kurikulum dan sistem pendidikan di Indonesia yang masih mengadopsi kurikulum kolonial, dimana tujuan akhir adalah kerja. Artinya, ukuran kesuksesan sebuah pendidikan adalah ketika pada akhir pendidikan, masyarakat bisa langsung terjun di dunia kerja. Hal lain yang masuk dalam pembahasan seminar antara lain seputar kebijakan-kebijakan di dunia pendidikan Indonesia, yang sedikit lebih mau membuka diri dibandingkan dengan di masa sebelumnya. Dalam Seminar tersebut dibahas tentang kontribusi dunia Pondok Pesantren yang sudah banyak berubah sistem dan materi pendidikannya. Beberapa Pondok Pesantren saat ini banyak mengadopsi kurikulum pendidikan umum, dan tidak fiqih sentris. Sementara itu, Ketua Pelaksana Seminar, Kholis Akmal, S.Th.I mengatakan, selain acara seminar, PMII Cabang Sumenep juga menggelar Temu Alumni dan Konfercab Ke 6 yang berlangsung di Hotel Safari Sumenep. Sebanyak 36 anggota PMII dari beberapa Komisariat, yaitu dari Komisariat PMII STKIP-PGRI Sumenep, Komisariat PMII Universitas Wiraraja, dan Komisariat PMII STIKA Guluk-guluk, hadir dalam Konfercab tersebut. Konfercab dilaksanakan untuk memilih Ketua dan Pengurus PMII Cabang Sumenep yang baru. ( Adjie, Esha )