Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-03-2012
  • 2776 Kali

PMI Musnahkan 25 Kantong Darah Terdeteksi Penyakit

Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sumenep, memusnahkan 25 kantong plastik darah hasil dari pendonor terdeteksi mengandung penyakit menular, seperti Hepatitis B dan C, Spilis serta HIV. Puluhan kantong darah yang dimusnahkan itu, merupakan donor darah selama bulan Pebruari 2012. Ketua PMI Cabang Sumenep, dr. H. Moh. Saleh, AS mengatakan, dari 300 kantong yang biasa dihasilkan dari donor darah yang dilakukan setiap bulan, 15 hingga 25 kantong darah terdeteksi penyakit menular, sehingga harus dimusnahkan dengan cara membakarnya, karena jika tidak dimusnahkan, darah itu akan menimbulkan penyaki bagi pasien yang membutuhkan darah. “Kami tidak mau kecolongan dan menanggung akibat, kalau darah yang terdeteksi mengandung penyakit menular itu diberikan pada konsumen. Makanya, langsung dimusnahkan, sebab tidak bisa dipaksakan untuk dipakai,”kata dr. H. Moh. Saleh, di Sumenep, Senin (05/03). dr. H. Moh. Saleh mengungkapkan, pemusnahan darah yang terdeteksi mengandung penyakit itu terjadi setiap bulan, namun yang paling banyak terjadi pada bulan Pebruari 2012 lalu, yaitu mencapai 25 kantong darah. “Untuk memusnahkan darah tersebut, kami bekerjasama dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Karena disana yang mempunyai alat pemusnah darah. Jadi, setiap ada darah yang harus dimusnahkan, kami koordinasi dengan pihak rumah sakit tersebut,”terangnya. Namun, ketika ditanya identitas pendonor darah yang ditemukan mengandung penyakit menolar, dr. H. Moh. Saleh enggan menjelaskan secara detail. “Mohon maaf kami tidak bisa memberikan identitas pendonor bermasalah itu. Penyakit seseorang tidak boleh dipublikasikan, karena menyangkut etika profesi. Yang jelas, kami sudah menghubungi pendonor tersebut, dan memberi tahu serta memberi saran, agar melakukan pemeriksaan ke dokter terkait penyakit yang deritanya,”ungkapnya. dr. H. Moh. Saleh berharap, semua pendonor yang telah dinyatakan terdeteksi mempunyai penyakit menular dan membahayakan, supaya segera berobat. “Jangan sampai menular pada keluarganya,”pungkasnya. ( Nita, Esha )