News Room, Kamis ( 14/04) Rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) seperti yang dilaksanakan di Pulau Giliyang Desa Bancamara Kecamatan Dungkek, sepertinya sulit untuk dilaksanakan di daerah lain di Sumenep. Sebab, kapasitas PLTB dinilai sangat kurang memadai untuk menjangkau keperluan masyarakat disuatu wilayah yang memiliki kepadatan penduduk. Sedangkan di Giliyang saja, dari 6 turbin dengan masing-masing turbin mempunyai kekuatan 4.000 watt. Dan kekuatannya hanya mencapai 24.000 watt, dan hanya bisa dinikmati masyarakat di dua Dusun saja. Kepala Kantor Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Suprayugi, M.Si mengungkapkan pengembangan PLTB di Kabupaten Sumenep sepertinya sulit dilakukan. “Sebab, jangkauan PLTB sangat terbatas dan sulit untuk stabil dengan kondisi cuaca yang ada,”ujarnya. Karena itu saat ini pemerintah pusat lebih banyak mengarahkan pembangunan PLTB di daerah timur, Seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya. Sementara PLTB di Giliyang itu merupakan pilot project dari pusat. Menurut mantan Kabag Ekonomi ini, pihaknya akan melaksanakan pilot project Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kecamatan Guluk-guluk tepatnnya di Desa Payudan Daleman. “Jika memungkinkan nantinya juga bisa dilaksanakan dibeberapa daerah yang memiliki potensi sumber daya alam yang sama. Sebab, PLTMH ini menggunakan air sungai yang deras sebagai tenaga penggeraknya,”pungkasnya. ( Ren, Esha )