Sumenep-Kominfo News Room : PT. PLN Distribusi Jawa Timur mengharapkan kepada masyarakat kalangan industri dan rumah tangga untuk menghidupkan kembali perilaku hemat listrik 50-100 watt pada saat beban puncak yakni pukul 17.00-22.00. Hal ini terkait kebijakan pemadaman listrik bergilir menyusul kondisi kelistrikan Jawa-Bali yang masih defisit. Hal ini dikarenakan kesulitan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTGU) Grati dan Muara Tawar serta rusaknya pipa gas dari sumur BP West Java ke PLTGU Priok dan Muara Karang. Apalagi, ditambah terjadinya kerusakan di PLTU Paiton Unit 5 yang berkapasitas 600 MW. Humas PT. PLN Distribusi Jatim, Ir. Faisal Ashyari, MT ketika dihubungi di kantornya, Rabu kemarin (24/05) mengatakan, kapasitas pembangkit listrik di Jatim saat ini kondisinya masih tercukupi, yakni 6.600 MW dan saat beban puncak sebesar 2.900-3.200 MW. “Ini masih dalam kondisi normal. Seharusnya pada Senin (22/05) dan Selasa (23/05) kemarin, Jatim dijadwalkan pemadaman listrik bergilir sebesar 130 MW, tetapi hal itu akhirnya tidak jadi dilaksanakan,� ujarnya. Senada dengan yang dikatakan Faisal, Humas Pembangkit Jawa Bali (PJB), Ir. Trimurti Eko. S juga mengharapkan penghematan listrik dari masyarakat, agar Jatim aman dari pemadaman bergilir. Pihaknya juga telah memasuki sistem PLTU Paiton Unit 2 pada Rabu (24/05) kemarin pukul 02.44 WIB dini hari dengan memasok listrik sebesar 100 MW. “Diharapkan siang ini, sudah bisa meningkatkan pasokan menjadi 200 MW,� imbuhnya. Hal ini dikarenakan sistem PLTU Paiton pada Sabtu (20/05) lalu kekurangan 500 MW yang disebabkan pengiriman gas terlambat. Selama ini, sebesar 200 MW adalah pasokan dari PLTGU Priok, namun sedang mengalami kerusakan pipa akibat terkena jangkar kapal. “Kami prediksi masih ada kekurangan 100 MW lagi. Untuk itu, diharapkan Kamis (25/05) atau Jum’at (26/05) dapat meningkatkan 200 MW menjadi 400 MW�, tuturnya. ( Info Jatim, Esha )