News Room, Rabu ( 07/12 ) Tim Penggerak PKK bersama Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep memberikan santunan pada 700 anak yatim dalam rangka 10 Muharram 1433 H. Ditemui disela-sela kegiatannya di Pendopo Agung, Selasa malam (06/11), Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Hj. Wafiqoh Jamilah Busyro mengatakan, pihaknya menggagas memberikan bantuan santunan bagi anak yatim pada 10 Muharram tahun ini, untuk mengajak PKK dan Dharma Wanita memiliki kepedulian dan berbagi rejeki dengan anak yatim. Sehingga keberadaan lembaga tersebut tidak terkesan hanya kegiatan kumpul-kumpul semata, melainkan sebuah organisasi yang mempunyai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Santunan bagi anak yatim tidak hanya dilakukan oleh Tim Penggerak PPK dan Dharma Wanita Kabupaten saja, namun kegiatan tersebut juga dilaksanakan di oleh TP PKK dan Dharma Wanita Kecamatan. ”Kami juga sudah mengintruksikan agar kegiatan 10 Muharram ini dilaksanakan oleh TP PKK dan Dharma Wanita Kecamatan untuk memberikan bantuan santunan pada anak yatim di masing-masing daerahnya. Bahkan untuk mengetahui bahwa di tingkat kecamatan juga melaksanakan kegiatan yang sama, kami meminta laporan tentang kegiatannya.” tegasnya. Hj. Wafiqoh Jamilah Busyro menyatakan, dana santunan bagi 700 anak yatim sebesar Rp. 60 juta, dengan rincian masing-masing anak menerima santunan sebesar 50 ribu. Pendanaan santunan bagi anak yatim tersebut berasal dari sejumlah donatur diantaranya, satuan kerja perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Sumenep, perbankan, BUMD, pengurus PKK dan Dharma Wanita Kabupaten Sumenep. ”Dari dana 60 juta untuk 700 anak masih ada sisanya sebesar Rp. 15 juta. Kami rencanakan sisa dananya diberikan bagi 201 anak yatim di Kecamatan Raas, yang dijadwalkan pada tanggal 12 Desember bersamaan dengan kegiatan PKK di kecamatan setempat.”ungkapnya. Ditempat yang sama Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, M.Si mengungkapkan, pihaknya menyambut baik kegiatan yang dilakukan PKK dan Dharma Wanita Kabupaten Sumenep, apalagi kegiatan tersebut dananya tidak melalui anggaran pendapatan dan belanja daearah (APBD) Kabupaten Sumenep. ”Saya harapkan kegiatan tersebut menjadi tradisi setiap tahun guna membantu anak yatim. Karena meskipun tidak ada dana dari APBD ternyata bisa dilaksanakan, dan ini yang harus dilanjutkan dalam melakukan suatu kegiatan jangan hanya menunggu dana dari APBD.”imbuhnya. Sementara itu sebanyak 700 anak yang menerima bantuan santunan tersebut berasal dari 18 kecamatan wilayah daratan. ( Yasik, Fery )