Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-04-2012
  • 480 Kali

Pimpinan TV Lokal Di Sumenep Tagih Janji BK-DPRD

News Room, Kamis ( 19/04 ) Pimpinan Televisi lokal di Sumenep, Kamis (19/04) pagi, menagih janji pada Badan Kehormatan (BK) DPRD setempat, terkait tindak lanjut kasus salah seorang anggota dewan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sekaligus Ketua Komisi D, H. Subaidi, SE, MM yang mengancam salah satu wartawan televise, Ahmad Saie. Juru bicara TV lokal Sumenep, Zainol Ubbadi menjelaskan, dirinya sengaja mendatangi BK-DPRD kembali, guna menanyakan tindak lanjut pasca mengadukan kasus kekerasan anggota dewan terhadap wartawannya. “Kami temui BK-DPRD Sumenep, sambil membawa surat dari perusahaan televisinya. Ini kan sudah terhitung 3 x 24 jam, pasca laporan kemarin. Jadi, kami menagih janji BK yang menyatakan siap menindak lanjuti kasus yang melibatkan wartawannya,”kata Ubbadi, yang kerap disapa Ubeth, di DPRD Sumenep, Kamis (19/04). Sementara, Anggota BK-DPRD Sumenep, Drs. Tamam mengaku, bahwa sampai Kamis (19/04) ini, pihaknya belum bertindak apapun, terkait kasus tersebut. “Agenda di dewan Sumenep, saat ini masih sibuk dengan pembahasan raperda, hingga dua hari kedepan. Ditambah, mulai tanggal 23 hingga akhir April 2012 merupakan masa reses. Jadi, tidak mungkin dalam waktu dekat kami memanggil yang bersangkutan,”terang Tamam. Yang pasti, kata Tamam, BK tetap mengagendakan pemanggilan terhadap Subaidi, guna mengklarifikasi kasus tersebut, karena tindakannya itu sudah termasuk pelanggaran etika. “BK tidak akan tinggal diam. Hanya saja pemanggilannya itu disesuaikan dengan agenda di BK-DPRD Sumenep. Kami pasti tindak lanjuti, sebab sudah melanggar etika. Soal kepastian kapan, kami belum bisa tentukan,” ungkapnya. Sebelumnya, Jumat (13/04) lalu, Ahmad Saie, wartawan televisi lokal Sumenep diancam akan dibunuh oleh Ketua Komisi D DPRD Sumenep, H. Subaidi, karena dituduh telah menulis berita tidak benar berupa proyek jalan fiktif di Kecamatan Lenteng. Karena tidak merasa menulis, Sa’ie membantah dan mencoba menanyakan baik-baik, berita mana yang dimaksud. Namun H. Subaidi justru emosi dan mendorong Saie keluar ruangan Komisi D, kemudian menggiringnya masuk ke ruang Fraksi PPP. Di ruangan Fraksi tersebut, H. Subaidi mengunci pintu dan menyekap Saie. Subaidi terus marah-marah dan mengancam akan mengerahkan orang-orangnya untuk membunuh Saie. ( Nita, Esha )