News Room, Senin ( 04/08 ) Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, yang berlangsung Senin (04/08) merenggut nyawa. Sebab, Perahu Motor (PM) Joko Kodok yang mengangkut 21 warga Desa Pulau Saebus, Kecamatan Sapeken, tenggelam di perairan Bangkau, Senin pagi (04/08), sekitar pukul 09.15 WIB yang mengakibatkan 1 penumpang meninggal dunia, dan 4 penumpang tenggelam, sedangkan 16 penumpang lainnya dirawat di Puskesmas Sapeken. Salah seorang penumpang yang selamat, Pandi (30), menceritakan, PM Joko Kodok yang dinakhodai Masdanu, dengan membawa 21 penumpang, yang rencananya akan mengikuti pelaksanaan Pilkades Sapeken, berangkat Senin (04/08) pukul 07.00 WIB dari Pulau Saebus dengan tujuan Pulau Sapeken. Ternyata, di tengah perjalanan tepatnya di Perairan Bangkau, mesin PM Joko Kodok tiba-tiba mengalami kerusakan dan mati, sehingga perahu oleng. “Dalam kritis, gelombang besar yang mencapai 2 meter langsung menghantam PM Joko Kodok hingga terbalik dan akhirnya tenggelam,â€Âterangnya. Mengetahui kejadian naas itu, nelayan setempat langsung berusaha menyelamatkan para penumpang. Namun sayangnya, para penumpang yang selamat berjumlah 16 orang, dan langsung dibawa ke Pulau Sapeken dan sekarang dirawat di Puskesmas setempat. Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin membenarkan adanya peristiwa tersebut. 21 penumpang yang ikut dalam tragedi PM Joko Kodok tersebut, 1 warga yang meninggal dunia, yakni Sariatin (25) dan 4 orang lainnya, Abd Rais (43), Misrawan (37), Sukawati (9), dan Sukur (50), semuanya warga Dusun (Pulau) Saebus, Desa (Pulau) Sapeken. “Saat ini kita masih melakukan proses penyelidikan, untuk mengetahui secara pasti penyebab tenggelamnya PM Joko Kodok itu,â€Âtegasnya. ( Nita, Esha )