Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-05-2013
  • 768 Kali

Pilih Kembangkan Usaha Lainnya Disamping Usaha Warnet

News Room, Rabu ( 15/05 ) Ditengah makin banyaknya usaha warung internet (warnet), khususnya di Kabupaten Sumenep, ternyata berdampak semakin mengurangi pengguna warnet. Ditambah pengguna internet rumah dengan persaingan layanan provider yang semakin pesat, hingga berdampak pula lesunya bisnis internet, sehingga upaya yang dilakukan para pengusaha warnet, lebih memilih mengembangkan usaha lain. Meskipun sebagian tetap eksis dengan bisnis warnet yang disertai pelayanan program lainnya yang masih bersentuhan dengan peralatan komputer. Seperti halnya yang diakui pemilik warnet Maynet di Jl. Cokroaminoto Sumenep, Yanti Sepri. Yanti mengaku terpaksa menutup 3 usaha warnetnya dan mempertahankan salah satu warnet dengan 6 unit komputer, serta usaha lainnya, seperti studio shooting untuk dokumentasi, pra wedding dan sebagainya. “Syukurlah, dengan tetap menjalankan usaha lainnya selain warnet kami masih bisa mempekerjakan 4 orang karyawan,”ujarnya. Diakui, dalam menjalankan usaha warnet sejak tahun 2008 lalu memang diawal-awal bisa berkembang. Namun, ketika jumlah warnet semakin banyak jelas semakin mengurangi pelanggan. Belum lagi untuk biaya TDL, provider dan perangkat komputer. Apalagi Sumenep bukan kota pelajar seperti kota-kota besar lainnya, yang meskipun jam malam tetap ramai. Apalagi, jika dipaksanakan buka hingga larut malam, biasanya pemakai sudah berbagai macam pula yang di akses. Karena disisi lain untuk memblokir situs-situs tertentu sulit dilakukan, karena terkadang tetap bisa kecolongan dan semacamnya. Mengenai rencana penertiban jam buka warnet yang akan digagas Pemerintah Kabupaten Sumenep, sebenarnya tidak akan menjadi masalah, karena sudah dilakukannya sejak setahun lalu. Dengan membatasi buka sejak pukul 08.00 WIB dan tutup hingga pukul 24.00 WIB. Sebab, jika dipaksakan 24 jam juga tidak akan banyak menghasilkan, karena pemakai hanya satu, dua orang saja. “Yang jelas, dalam usaha warnet maupun yang berhubungan dengan komputer harus terus mengikuti perkembangan teknologi yang ada, sehingga tidak sampai gulung tikar,”tambahnya. ( Ren, Esha )