News Room, Selasa ( 21/10 ) Meskipun salah satu kandidat calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah yang diusung kendaraan partai persatuan dan pembangunan (PPP) bersama 12 parpol lainnya, tembus keputaran kedua pemilihan gubernur jawa timur, namun Nahdlatul Ulama (NU) secara kelembagaan tetap menyatakan netral, artinya tidak memihak kepada kandidat mana pun dalam pelaksanaan Pilgub 4 November mendatang. Ketua PCNU Sumenep, KH. Abdullah Cholil, mengatakan, sikap netral yang diberlakukan NU ini semata-mata untuk menyelamatkan organisasi, supaya tidak terseret dalam persoalan politik. Tapi, bagi masing-masing personal NU dipersilahkan untuk berkecimpung dalam dunia politik, dengan memilih pasangan cagub-cawagub yang disukai. “Saya tidak pernah mengekang kepada masing-masing personel NU untuk berperan aktif di dunia politik, asalkan tidak membawa-bawa nama NU sebagai kendaraan politiknya,†terang K. Cholil, ketika memberikan sambutan dalam acara halal bi halal dan istighosah akbar PC Muslimat NU bersama alim ulama dan tokoh masyarakat se-kabupaten Sumenep, di lapangan Kecamatan Saronggi, Selasa (21/10). K. Cholil menegaskan, NU akan istiqamah untuk tidak terpengaruh dalam dunia politik. Sebab, organisasi NU ini bukan sebagai kendaraan untuk mengantarkan seseorang menjadi pemimpin melalui partai politik. “NU hanya bergerak membangun dan meluruskan ajaran-ajaran Islam di masa modernisasi ini, termasuk politik kebangsaan, tapi bukan untuk meraih sebuah jabatan,†tegasnya. ( Nita,Esha )