Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-06-2013
  • 444 Kali

Pilgub Jatim; Khofifah Terapkan Sistem “Kapal Selam”

News Room, Rabu ( 19/06 ) Bakal Calon Gubernur Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang akan bertanding pada Pemilu Gubernur Jatim, 29 Agustus mendatang, berduet dengan Irjen Polisi (Purn), Herman S. Sumawiredja, terus melakukan penggalangan dukungan dari masyarakat. “Kita tidak butuh alat promosi yang berlebihan, seperti banner maupun spanduk. Sistem yang kami terapkan guna meraup dukungan masyarakat adalah “Kapal Selam”. Sekalipun promosi tidak berkobar, tapi hati masyarakat tetap berkibar mendukung kami pada Pilgub Jatim,”tegas Khofifah, saat menghadiri Harlah Muslimat NU ke 62 di Kabupaten Sumenep, Rabu (19/06). Khofifah mengaku yakin bisa maju dalam pesta demokrasi Pilgub Jatim mendatang, meskipun masih diselimuti berbagai persoalan. “Bagi kami riak-riak kecil yang muncul pada perjalanan menuju Pilgub Jatim merupakan hal biasa. Ini kan persoalan politik, pasti banyak kendala yang harus dilalui. Tapi, kami yakin, dengan kebesaran Tuhan, serumit apapun pasti ada jalan keluarnya, dan warga Nahdiliyin masih tetap mendukung kami,”tandasnya. Bahkan Khofifah menuturkan, langkah dirinya maju pada Pilgub Jatim yang merupakan kedua kalinya, adalah bukti nyata jika warga Nahdliyin masih mengharapnya menjadi pemimpin di Jawa Timur. Karena, dirinya pernah berjasa pada Pemilu tahun 1999-2004, dengan mengantarkan Megawati Soekarno Putri sebagai Wakil Presiden mendampingi KH. Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal Gus Dur. “Sebenarnya, saya ini pernah berjasa bagi ibu Megawati, dalam kursi pencalonan Wakil Presiden yang akhirnya duduk menjadi Presiden mengganti Gus Dur. Saya berkeinginan membuat buku, agar tercatat dalam sejarah,”ujarnya. Ia berharap langkah kedua ini mampu memenuhi harapan warga Nahdliyin di Jawa Timur, dengan memengani Pilgub 2013. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan aman dan lancar, sesuai harapan bersama,”pungkasnya. Selain itu, dalam kunjungan ke Sumenep, Khofifah juga menyinggung soal rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah pusat. “Keputusan ini sangat tidak berpihak kepada masyarakat, karena masih banyak opsi lain yang bisa dilakukan. Kenaikan harga BBM hanyalah bungkusan untuk menutupi hutang kepada luar negeri,”terangnya. ( Nita, Esha )