News Room, Jumat ( 07/03 ) Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 dilaksanakan tanpa melibatkan petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas). Hal ini memaksa KPPS bekerja ekstra, sebab petugas KPPS hanya 7 orang, padahal pada Pemilu sebelumnya, petugas KPPS 7 orang ditambah linmas 2 orang. Ketua KPU Sumenep, Thoha Shamadi, ST, M.Si menjelaskan, tidak dilibatkannya Linmas Pileg nanti, merupakan keputusan KPU-RI, sehingga pihaknya akan memaksimalkan petugas KPPS yang berjumlah 7 orang. "Ya ini kan sudah menjadi keputusan KPU-RI, mau tidak mau harus mentaatinya. Jadi, petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) hanya berisi 7 anggota KPPS yang kinerjanya akan dimaksimalkan,"kata Thoha, Jumat (07/03). Ia mengaku khawatir tidak adanya anggota Linmas, akan menghambat tahapan pencoblosan pada hari "H" nanti. Karena, petugas KPPS akan kelimpungan mengatur masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya di TPS. "Kalau Pemilu sebelumnya petugas di TPS 7 orang, plus 2 orang Linmas, tapi pada Pileg tahun ini, petugas penyelenggaraan Pemilu di TPS murni dari KPPS, tanpa Linmas,"terangnya. Namun, ia berharap pelaksanaan Pemilu di tingkat TPS bisa terlaksana sesuai harapan. "Kita ketahui, untuk kerawanan itu kan biasanya terjadi di tingkat TPS. Tapi, kami akan tetap berupaya, agar pencoblosan di TPS berlangsung kondusif meski tanpa Linmas,"ungkapnya. Pelaksanaan Pileg dijadwalkan pada tanggal 9 April 2014, dengan 2.798 TPS yang tersebar di 27 Kecamatan daratan dan kepulauan. ( Nita, Esha )