Media Center, Selasa ( 07/05 ) Ketua PGRI Kabupaten Sumenep, Drs. H. Nurul Hamzah, M.Pd, siera milenial yang lebih dikenal era industri 4.0 harus betul-betul disikapi serius oleh seluruh elemen khususnya para pelaksana kebijakan pendidikan di tanah air ini.
Diakui mantan Kepala Sekolah dan pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep ini, jika tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks. Dan tentunya betul-betul dibutuhkan penguatan pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tema Hardiknas tahun 2019 ini yang diperingati tanggal 2 Mei kemarin.
"Dengan penguatan kedua komponen penting itu tentunya nilai-nilai kearifan lokal dan masyarakat yang berakhlaqul karimah tetap terjaga dengan baik," ungkap Nurul Hamzah, Selasa (07/05/2019).
Jadi, tegas Nurul, tugas berat elemen pendidikan saat ini memang harus ekstra action dan bukan hanya berkutat pada retorika saja, namun harus banyak melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen terkait upaya yang harus dilakukan bersama dalam mengembangkan pendidikan di era millenial ini.
Sementara itu, salah seorang pelaku pendidikan di Sumenep, Ali Harsojo, M.Pd, juga mengingatkan pentingnya generasi penerus bangsa saat ini untuk menghormati jasa besar pahlawan pendidikan Ki Hajar Dewantoro, yang telah membuka tabir peradaban intelektual masyarakat Indonesia, tumbuhnya pendidikan dan kesadaran memperoleh pengetahuan, maka hari kelahirannya ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.
"Generasi penerus bangsa saat ini haruslah mampu meneladani semangat dan keberaniannya dalam menggerakkan emosi positif bangsa menuju bangsa yang bermartabat," tandas Guru teladan yang juga penulis buku ini.
Ali menyebutkan, keberaniannya menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan hingga berbuah manis pada masa selanjutnya. ( Ren, Fer )