Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-01-2012
  • 456 Kali

Peziarah Temukan Mayat Bayi Di TPU

News Room, Kamis ( 19/01 ) Sesosok mayat bayi perempuan yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa terbungkus tas kresek merah lengkap dengan ari-arinya, gegerkan peziarah makam, Kamis (19/01) pagi. Mayat bayi itu ditemukan pertama kali oleh Asiyah (60), dan Siti Aminah (35), keduanya warga Dusun Buddagan, Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, ketika tengah berziarah ke makam keluarganya di Tempat Pemakaman Umum (TPU), di Kelurahan Bangselok, Kecamatan setempat. Menurut Moh Ramli, suami Asiyah, istrinya tidak menyangka jika isi tas kresek itu mayat bayi. “Waktu memasuki TPU hendak berziarah, istri saya melihat tas kresek merah. Karena penasaran akhirnya dilihat, tapi isteri saya terkejut, sebab isinya adalah mayat bayi perempuan lengkap dengan ari-arinya. Bayi itu sepertinya masih baru lahir, karena masih berlumuran darah,”kata Ramli, dirumahnya di Sumenep, Kamis (19/01). Setelah melihat isi tas kresek mayat bayi, kata Ramli, isterinya memutuskan dibawa pulang. “Setibanya dirumah, mayat bayi langsung kami mandikan layaknya orang meninggal dunia. Lalu kami kubur di pemakaman umum dekat rumah. Kami kasihan melihat bayi yang telah meninggal dibuang seperti itu,”terangnya. Namun baru saja dikuburkan, makam bayi itu dibongkar oleh aparat Kepolisian Resort (Polres) Sumenep. Dokter Polisi (Dokpol) Polres Sumenep, dr. Basri mengatakan, polisi terpaksa membongkar makam bayi itu untuk kepentingan otopsi. “Kami harus melakukan otopsi terhadap mayat bayi tersebut, makanya kuburannya harus dibongkar,”ujarnya. Hasil otopsi itu, kata Basri, diduga bayi lahir prematur atau 6 bulan, karena organ tubuhnya belum lengkap. “Bayi ini lahir belum cukup umur. Selain itu, ditubuh bayi ditemukan ada tanda-tanda kekerasan, bahkan dibelakang kepala bayi mengeluarkan darah yang diduga dipaksa untuk lahir,”ungkapnya. Sementara Kabag Operasional Polres Sumenep, Kompol Edy Purwanto menerangkan, menindak lanjuti temuan bayi itu, penyidik Polres memeriksa kedua wanita penemu bayi tersebut, yakni Asiyah dan Siti Aminah. “Para penemu mayat itu kami periksa, guna mengetahui bagaimana peristiwa penemuan mayat bayi tersebut,”pungkasnya. ( Nita, Esha )