News Room, Selasa ( 18/05 ) Pelaksanaan Sensus Penduduk (SP) 2010 di Kabupaten Sumenep, telah mendata seorang kakek berusia 160 tahun, yang bernama Mohammad Rafiudin, warga Dusun Barat Gunung, Kampung Barakas, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru. Petugas SP Blok 14 Sumenep, Mohammad Anwar mengatakan, terungkapnya warga yang berusia lebih dari seratus tahun itu, saat dirinya bersama petugas SP lainnya melakukan pendataan di rumah yang bersangkutan. “Ketika kami menanyakan usianya, Pak Rapik menjawab kalau usianya sudah 160 tahun,â€Âkata Anwar, pada wartawan di rumahnya di Kecamatan Rubaru, Selasa (18/05). Ia menjelaskan, awalnya petugas sensus merasa kebingungan mencatat usia Pak Rapik tersebut, karena di Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berakhir pada tahun 1982 tidak dicantumkan tanggal lahir, hanya disebutkan berusia kurang lebih 50 tahun. “Namun, kami tetap mencatat usia 98 tahun, karena usia diatas seratus tahun memerlukan pendataan yang lebih rinci lagi. Kami ditugaskan, kalau menemukan warga yang usianya lebih dari seratus tahun, supaya dicatat sementara kurang seratus tahun, dengan diberi tanda khusus,â€Âujarnya menambahkan. Sementara, Mohammad Rafiudin menjelaskan, bahwa usianya lebih dari seratus tahun. “Kira-kira umur saya antara 117 atau 160 tahun. Saya sudah lupa, yang jelas saya lahir saat masa pemerintahan Belanda di Sumenep, yang dikenal dengan ‘Tuan Gubah’,†ungkapnya. Kakek yang beristrikan Misrati itu, mempunyai 1 anak dengan 4 cucu dan satu cicit. Meski usianya sudah seratus tahun lebih, namun sang kakek masih terlihat sehat dan mampu mengerjakan pekerjaannya. “Tiap hari saya tetap membuat gedek yang terbuat dari bambu. Ini pekerjaan saya sejak dulu,â€Âpungkasnya. ( Nita, Esha )