News Room, Rabu ( 28/04 ) Banyaknya kotoran di beberapa selokan, khususnya diseputar kota, tampaknya perlu terus dilakukan pembersihan. Sebab, jika dibiarkan bertumpuk pada saat turun hujan akan menyumbat selokan, bahkan bisa meluap hingga ke jalan raya dan sebagainya, sehingga petugas kebersiahan (pasukan kuning) bekerja ekstra, agar suasana kotor dan ancaman banjir di kota tidak terjadi. Kepala Kantor Kebersiahan dan Pertamanan Kabupaten Sumenep, Moh. Zain Saleh, S.Sos ketika ditemui News Room di Kantornya mengungkapkan, selama ini persoalan kebersihan yang ditangani tidak hanya di seputar Taman Adipura, namun juga diseputar kota menjadi tanggung jawab Kantor Kebersihan dan Pertamanan Sumenep. “Setiap hari, para petugas kebersihan selalu melaksanakan tugas walaupun kadang kena hujan. Kami berharap mereka lebih bersabar, karena harus bekerja lebih ekstra,â€Âujar Zain. Bahkan, tegasnya beberapa instansi pemerintah maupun lembaga pendidikan dan masyarakat, ketika hari Jum’at tampak ada beberapa yang melaksanakan kegiatan Jum’at bersih. Hal itu, memang diharapkan dapat dilakukan berkesinambungan, setidaknya 2 kali dalam sebulan, bahkan jika perlu seminggu sekali. Sebab, upaya menjaga lingkungan kota untuk tetap bersih, nyaman dan aman tidak hanya dilaksanakan ketika akan ada penilaian Adipura. Apalagi tim penilai datangnya tidak pernah memastikan kapan. Hanya saja, biasanya jika melihat tahun sebelumnya dilakukan pada bulan Juni. Dan bersyukur tahun 2009 Sumenep kembali meraih penghargaan Adipura. ( Ren, Esha )