News Room, Rabu ( 26/01 ) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep, Ir. Salimin Saad Wachdin, M.Si menghimbau para petani rumput laut dan para pelaksana usaha perikanan dan kelautan di Sumenep, untuk terus belajar dari pengalaman yang dialami sendiri oleh petani selama melaksanakan kegiatan usahanya. “Sebab, pengalaman merupakan guru yang paling berharga dalam menjalankan usaha kelautan dan perikanan,”ujarnya. Menurutnya, bekal teori tetap harus dimiliki, namun pengalaman dan kondisi alam yang ada dimasing-masing wilayah tetap harus menjadi guru terbaik. Salah satunya budidaya rumput laut, setiap wilayah memiliki karakteristik dan pola pemeliharaan tersendiri, bagaimana menghasilkan kwalitas rumput laut yang bagus. Misalnya, ada wilayah yang bagus pertumbuhannya pada musim kemarau, namun ada pula yang bagus ketika musim penghujan, sehingga perlu ada penyesuaian maupun teknis budidaya dengan terus melakukan upaya-upaya baru, bagaimana menghasilkan kwalitas lebih bagus. Bahkan, tegas Salimin, ketika terjadi hasil rumput laut yang gagal karena kena serangan hama, ikan maupun kena lumpur, hal itu kemungkinan bisa disiasati dengan memindahkan lokasi dari dangkal ke dalam dan seterusnya. “Jadi, kami lihat masyarakat petani justru lebih paham dengan kondisi diwilayahnya, sehingga mereka bisa banyak belajar dari pengalaman,”tambahnya. Terbukti, Kabupaten Sumenep memiliki hasil rumput laut primadona diantara wilayah Kabupaten/Kota lain di Jawa Timur. Hal itu berarti, disamping kekayaan potensi daerah yang bagus, juga diimbangi dengan SDM yang memiliki kepekaan tinggi terhadap usahanya. “Kami harapkan potensi yang dimiliki terus ditingkatkan, sehingga kesejahteraan petani dan nelayan di Sumenep juga meingkat,”pungkasnya. ( Ren, Esha )